oleh

Harga Cabai Tembus Rp70 ribu Per Liter

SULTENG POST- Dalam sepekan ini, harga cabai di pasar tradisional yang ada di Desa Ensa, Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara (Morut) tembus Rp70 ribu per liter.
Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang dan pembeli cabai.

Seorang pembeli cabai di Pasar Ensa, Cici (54) mengaku terpaksa tidak membeli cabai di Pasar lantaran harganya mahal.
“Biasanya kalau belanja di tukang sayur murah. Tetapi, beberapa hari ini, cabainya sedikit sekali. Saya mencoba belanja di pasar harganya Rp70 ribu per liter” ujarnya kepada media ini, Rabu (10/12/2014).

Kondisi serupa dikeluhkan Toto, seorang pedagang di Pasar Ensa. Ia menjelaskan sejak sepekan lalu harga cabai terus naik. Setiap harinya, harga cabai naik Rp 10 -15 ribu per kilogram. “Hari ini harga cabai rawit sudah Rp70 ribu dijual eceran per liter,” ujarnya.

Baca Juga :   FKUB Morut Doa Bersama Jelang Pilkada

Selain itu, dia mengemukakan, harga cabai hijau saat ini sudah naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 65 ribu. “Stok dipasok dari Napu (Lore Utara, Poso) tapi ambilnya hanya 30 kilogram. Biasanya, sehari tidak langsung habis. Yang beli juga jarang, karena tidak ada pembelinya seperti hari sebelumnya,” ujar Toto.

Tak jauh berbeda dengan Yuliayana (54) juga mengakui harga cabai terus naik di Kolonodale Petasia, ini akibat jarang petani yang menanam cabai. “Petani mengaku gagal panen karena musim kemarau, kemarin kan sempat harganya murah. Jadinya petani malas menanam, saat nanam lagi baru mekar bunganya, kemudian kemarau panjang dan pohon cabai kering,” ucap warga yang pernah jadi petani cabai ini.

Baca Juga :   HUT Morut, Desa Bunta Terima Penghargaan Dari Bupati

Sementara itu, pedagang cabai di Pasar Sentral Kolonodale, Warsiyem (65) mengaku membeli cabai dari penjual di Beteleme yang mendapat stok dari wilayah Napu.
“Kalau dari stock yang di Beteleme harganya Rp40 ribu perliter untuk cabai merah, kami jual di pasar Rp50 ribu per liter,” ucapnya.

Dia mengemukakan, hampir semua petani cabai di seluruh wilayah Morut mengalami kerugian karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat. “Kebanyakan tanaman cabai kena serangan hama ulat dan membuat daun rusak, serta bunga cabai dan cabainya juga ikutan rontok dan pohonnya kering,” pungkasnya. IVAN

Komentar

News Feed