oleh

Kewenangan Disperindag Kota, Pengawasan Barang di Gudang dan Minuman Beralkohol

SULTENG RAYA – Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 23 tentang pemerintah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu memiliki kewenangan dalam hal pengawasan minuman beralkohol dan pengawasan gudang.

“Pengawasan barang beredar adalah kewenangan Disperindag Provinsi Sulteng, sesuai dengan UU Nomor 23 tentang Pemerintah Daerah. Sedangkan fungsi Disperindag Kota Palu, kewenangannya terhadap pengawasan minuman beralkohol dan pengawasan gudang,” jelas Kabid Perdagangan Perindag Kota Palu, Amiruddin kepada Sulteng Raya, Selasa (14/2/2017).

Untuk pengawasan, Disperindag Kota Palu tetap masuk dalam tim yang dibentuk Disperindag Provinsi Sulteng.
“Disperindag Provinsi Sulteng, membentuk tim yang melibatkan Disperindag kabupaten/kota, kepolisian dan BPOM yang memiliki tugas untuk turun ke lapangan memeriksa dan menyidak tempat-tempat pembelanjaan. Namun, untuk bulan ini tim tersebut belum turun,” jelas Amriruddin.

Baca Juga :   Realisasi Pajak Dikelola BPD Palu Lampaui Target

Amiruddin menjelaskan, jika selama ini pihaknya belum menemukan pelanggaran di gudang-gudang.
“Khusus di BNS dan pergudangan usaha perdagangan lainnya yang masuk dalam wilayah Kota Palu, Disperindag Kota yang memiliki wewenang untuk memeriksanya. Tetapi, sampai saat ini, belum ada pelanggarang yang kami temukan selama kami turun memeriksa langsung ke lapangan. Di gudang itu produk yang akan diisi atau akan dijual dan produk yang keluar dari penjualan atau kadaluarsa diletakkan secara terpisah,” kata dia.

Pihaknya berjanji akan turun memeriksa sejumlah toko yang saat ini sedang ramai diberitakan media menjual barang kadaluarsa.

“Kita mau turun, tapi pengusaha bisa komplain terkait dengan kewenagan Kabupaten/Kota, yang sangat jelas bukan kewenangannya. Meskipun hal ini adalah tanggung jawab kita bersama, namun tetap saja kami harus melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ada,” tuturnya.

Baca Juga :   November, NTP Sulteng 94,38

Dia mengingatkan kepada BNS untuk lebih hati-hati dan teliti dalam memberikan produk-produk yang tidak layak kepada konsumen.

“BNS lebih hati-hati dan lebih teliti serta harus diupdate terus barang-barang yang ada diperedaran. Jangan lagi menimbulkan kerugian bagi konsumen, karena bisa berakibat me nimbulkan dampak-dampak yang berbahaya. apa yang terjadi saat ini menjadi perhatian kita semua, karena kita ini masuk juga sebagai konsumen. Kalau ekspayer tidak boleh lagi dijual, biar didiskon sampai 100 persen, harus ditarik dari pasaran,” jelas Amiruddin mengingatkan.HGA

Komentar

News Feed