oleh

Banggai Kaya Potensi, Ekspor Ikan 300 Ribu Ton Per Tahun

SULTENG RAYA- Potensi sektor kamaritiman Kabupaten Banggai sangat tinggi. Terbukti di tahun 2016, Kabupaten Banggai mampu mengekspor ikan sebanyak 360 ribu ton.

Data yang dimiliki Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Kelas II Luwuk Banggai, menyebutkan bahwa dalam setahun Kabupaten Banggai mampu mengekspor ikan jenis gurita sebanyak 369.692,98 Kg, fillet ikan sebanyak 78.933,00 Kg, Fillet cumi sebanyak 1.050 Kg dan Sotong sebanyak 12.557 Kg.

Staf Pengawasan dan Pengendalian KIPM Kelas II Luwuk Banggai, Medya Putera menjelaskan, ekspor ikan sebanyak itu dikirimkan ke berbagai negara di dunia. Negara terbesar penerima ekspor ikan dari Kabupaten Banggai adalah Amerika Setrikat, yakni sebanyak 293.011,50 Kg ikan jenis gurita.

“Kurun dua tahun terakhir, ekspor berbagai jenis ikan dari Kabupaten Banggai, jumlahnya terus meningkat,” kata Medya Putera di Luwuk, Sabtu (4/2/2017).

Medya Putera membeberkan, selain Amerika Serikat, negara tujuan ekspor ikan Kabupaten Banggai selama 2016 adalah Prancis. Negara ini menerima ekspor ikan jenis gurita sebanyak 1.608 Kg, dan fillet ikan sebanyak 16.235,40 Kg.

Baca Juga :   31 Personel Polres Banggai Amankan PSU di Morut

Selain itu, ekspor ikan ke Yunani sebanyak 20.415 Kg, Vietnam menerima ekspor sotong sebanyak 1.080 Kg. Sementara Amerika terima gurita sebanyak 293.011,50 Kg dan fillet ikan sebanyak 37.757,18 Kg. Malta terima ekspor ikan gurita dari Banggai sebanyak 30.503,8 Kg setahun.

Untuk tujuan ekspor ke Australia, di tahun 2016 Kabupaten Banggai ikan mengekspor ikan jenis gurita sebanyak 4.845 Kg, filet ikan sebanyak 24.937 Kg dan fillet cumi sebanyak 1.050 Kg.

Dengan potensi perikanan yang dimiliki seperti itu, Pemda Kabupaten Banggai seyogyanya menunjang peningkatan ekspor komoditi perikanan. Pemda Banggai diharapkan segera meningkatkan infrastruktur pelabuhan dan bandara di Luwuk untuk kepentingan peningkatan peluang ekspor tersebut.

“Penyediaan infrastruktur dan sarana yang menunjang aktivitas ekspor tersebut, tentu akan meningkatkan potensi ekspor perikanan dan komoditi lainnya. Pada ranah ini diharapkan Pemda Banggai bisa membedri perhatian serius untuk kepentingan daerah,” kata Medya Putera menyarankan.

Baca Juga :   Polsek Luwuk Imbau Warga Tidak Balapan Liar

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Luwuk, Saparrudin mengatakan, ada dua metode eskpor yang dilakukan selama ini di wilayah Kabupaten Banggai. Pertama, metode yang dilakukan oleh eksportir. Dari sini keluar masih domestik. Jadi izin karantinanya, hanya sampai di lokasi transit seperti Surabaya. Setelah tiba di Surabaya, baru bongkar lagi, dan pindah ke kontainer ekspor. Jadi, izin karantinanya dibuat lagi di Surabaya. Metode kedua, dari Luwuk sudah menggunakan kontainer ekspor. Izin karantina dan PEB (Pemberian Ekspor Barang)-nya diterbitkan di Luwuk.

Dari dua metode tersebut, izin karantina dan PEB Bea Cukai Luwuk lebih menguntungkan. “Ini lebih menguntungkan. Kalau kita bongkar lagi di pelabuhan transit, itu bisa kena biaya satu kontainer Rp9 jutaan. Jadi kalau langsung dari Luwuk keluar negeri, kita bisa hemat Rp9 jutaan per kontainer,” kata Saparrudin.

Baca Juga :   Polres Banggai Tingkatkan Patroli di Pusat Perbelanjaan

Menurut dia, dengan mengurus dokumen PEB dari Luwuk, maka daerah asal pengekspor akan tercatat di pusat sebagai penyumbang devisa. “Semakin tinggi eskpor kita, semakin tinggi pula pendapatan daerah kita. Akan semakin besar dana alokasi ke daerah kita,” ujar Saparuddin.

Manajer Cabang PT Garuda Indonesia Luwuk, I Made Supertama mengatakan, Garuda Indonesia siap melayani layanan kargo untuk ekspor keluar negeri. “Garuda memberikan promo paket 17 negara untuk ekspor, yaitu Hongkong, China, Jepang, Australia, Kanada, Jeddah, negara timur tengah, dan sejumlah negara lainnya,” kata Supertama.

Ia mengapresiasi ekspor keluar negeri tersebut. “Kalau kita urus izin ekspor langsung keluar negeri, biayanya Rp20 ribuan per Kg. Tapi kalau rutenya Luwuk-Jakarta, Rp15 ribu dan Jakarta-Singapura Rp10 ribu. Selain menguntungkan daerah kita juga menguntungkan eksportir,” kata Supertama. BR/TMG

Komentar

News Feed