oleh

TURUN GUNUNG, Hewan Hutan Mangsa Tanaman Pertanian

SULTENG POST- Para petani di Kabupaten Morowali Utara (Morut) resah, menyusul munculnya kawanan binatang hutan yang memangsa tanaman milik mereka.

Tak hanya merusak, hewan-hewan tersebut juga mengancam keselamatan warga.
“Selain kera, ada juga babi hutan,” kata Amrin, warga Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia kepada Sulteng Post, Minggu (7/12/2014).

Amrin menduga, binatang liar tersebut turun gunung lantaran makanan di hutan habis akibat kemarau panjang.
Untuk bertahan hidup, mereka pun meninggalkan habitat menuju ke areal ladang dan kebun buah-buahan milik warga setempat.

Tentu saja, beberapa jenis tanaman palawija langsung menjadi sasaran empuk diantaranya jagung, ketela pohon, kacang, mangga, pisang dan semangka.

Buah pisang yang tumbuh di sepanjang tanggul pun tak luput dari serangan monyet.
“Biasanya (monyet) datang dalam jumlah banyak tiap menjelang magrib. Rupanya mereka tahu lahan ditinggal pulang pemiliknya,” katanya.

Baca Juga :   FKUB Morut Doa Bersama Jelang Pilkada

Untuk mencegah meluasnya serangan, berbagai upaya dilakukan warga, salah satunya dengan memasang perangkap.
Jebakan bernama Ulasi (jerat dalam bahasa Mori) yang terbuat dari anyaman tali nilon.
“Kami tempatkan di jalan masuk hewan ini, ketika mereka melintas tali nilon itu langsung menjerat,” tutur Jemmy tentang cara kerja Ulasi.

Serangan binatang hutan juga dialami warga Kelurahan Bahoue tepat berada di belakang bakal kantor DPRD Morut.
Wilayah yang berada di tepi pegunungan ini, hama yang menyerang biasanya berupa babi hutan.
Mereka biasanya turun berkelompok malam hari.

Bermacam tanaman lahan kering pun ludes dimangsa hewan bermoncong tersebut diantaranya ketela pohon, ubi jalar maupun kacang tanah.

Baca Juga :   HUT Morut, Desa Bunta Terima Penghargaan Dari Bupati

“Pokoknya ngeri. Jalannya beriringan sampai puluhan ekor, menyeberang jalan. Dulu aja ada pengendara motor yang jatuh karena menabrak kawanan babi hutan,” tutur Jemmy. IVAN

Komentar

News Feed