oleh

Biogas Kawatuna Belum Optimal

-Kota Palu-dibaca 702 kali

SULTENG RAYA- Pemanfaatan biogas dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna untuk menjadi sumber listrik ternyata belum termanfaatkan secara optimal karena hanya menerangi daerah sekitar TPA tersebut.

Kepada Sulteng Raya, Pemerintah Kelurahan Kawatuna melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, Ardin A Tolaba mengatakan bahwa proyek listrik dari biogas yang diharapkan dapat membantu penerangan warga Kawatuna nyatanya belum menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat Kelurahan Kawatuna.

“Selama ini pemanfaatan listrik dari biogas TPA Kawatuna tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh warga, bahkan menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat terjadi kerusakan mesin sehingga listrik belum mampu teralirkan dengan optimal,” ujarnya, Rabu (1/1).

Ardin menuturkan selama ini wilayah yang telah teraliri listrik oleh biogas tersebut hanya di sekitar TPA Kawatuna, sedangkan di wilayah lain belum merasakan manfaat apapun dari proyek kerjasama Pemkot Palu dan Pemerintah Swedia tersebut.

Baca Juga :   Fenomena La Nina, Masyarakat Diminta Waspada

“Baru lokasi sekitar TPA yang teraliri listrik, itupun hanya ada di RT 3 RW 6, sedangkan Kawatuna sendiri mempunyai 16 wilayah RT dan 6 wilayah RW,” tuturnya.

Ardin mengharapkan Pemkot Palu dapat segera memanfaatkan energi biogas dari sampah yang ada di TPA Kawatuna untuk dialirkan kepada semua warga, agar pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya warga Kelurahan Kawatuna.

“Semoga proyek biogas yang dicanangkan oleh Pemkot Palu ini dapat ditingkatkan penggunaanya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kawatuna secara menyeluruh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Swedia bekerjasama dengan Pemerintah Kota Palu, Palangkaraya dan Sleman sebagai pilot project dalam membangun instalasi listrik biogas methanol dari sampah untuk penyediaan listrik bagi warga. Tahap awal pengoperasian instalasi listrik berkapasitas 20.000 KWH per jam ini diharapkan dapat mencakup 64 Rumah Tangga Miskin (RTM) secara gratis. FDL

Komentar

News Feed