oleh

Pertambangan Sumbang 51,28 Persen PDRB Morut

SULTENG POST- Sektor pertanian menyumbang sekitar 51,28 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Kabupaten Morowali Utara (Morut) pada tahun 2013.

Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morut, Musda Guntur mengatakan, sampai dengan 2013 struktur Morut masih didominasi oleh dua sektor utama, dari sembilan sektor.

“Sektor pertambangan 51,26 persen dan sektor pertanian menyumbang sebesar 33,12 persen,” ujarnya saat rapat kerja Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Rabu (3/12/2014).

Melihat kondisi tersebut, lanjut Musda, struktur ekonomi Kabupaten Morut masih didominasi sektor sekunder, dengan persentase nilai tambah bruto terhadap PDRB sebesar 51,26 persen, dapat dipastikan Morut daerah pertambangan.

Setelah sektor sekunder, urutan persentase nilai tambah bruto terhadap PDRB berikutnya sektor primer dan tersier dengan nilai masing-masing sebesar 33,12 dan 18,16 persen.

Baca Juga :   KPU Morowali Simulasi Pemungutan Suara

“Jika kita amati kontribusi sektor pertanian dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif,” tuturnya.
Musda mengharapkan, kedepan peranan sektor sekunder dan primer cukup dominan, karena sektor ini dibangun dari sektor-sektor yang tergantung pada sumber daya alam.

Menurut dia, salah satu ciri daerah maju adalah jika daerah itu lebih didominasi oleh sektor yang bergantung dari keberadaan sumber daya alam.

Namun demikian, akan lebih baik jika ada keterkaitan antar sektor.
Sebagaimana diketahui, mayoritas perekonomian Morut ditopang oleh sektor pertambangan (sekunder) sisanya ditopang pertanian perkebunan kelapa sawit dan karet.

Jika terjalin hubungan yang saling menguntungkan antara sektor sekunder dengan sektor lain, bukan tidak mungkin akan tercipta suatu sistem perekonomian yang berbasis kuat. IVAN

Komentar

News Feed