oleh

JELANG PILKADA MORUT, Mahmud Ibrahim Usung Santunan Kematian

SULTENG POST- Bakal calon (balon) Bupati Kabupaten Morowali Utara (Morut) H Mahmud Ibrahim mengatakan, jika terpilih nanti, dia akan memprogramkan bantuan kepada orang meninggal dunia di wilayahnya.

Bantuan itu merupakan salah satu program yang dimasukkan dalam visi misinya menjelang pemilukada Morut tahun 2015.
“Dalam visi misi, saya memprioritaskan bantuan bagi orang meninggal lewat program santunan kematian,” kata Mahmud Ibrahim kepada Sulteng Post di Kolonodale, Rabu (4/12/2014).

Kumala Digifest

Mahmud menjelaskan, setiap kepala keluarga yang mengalami kedukaan dibantu dengan uang sebesar Rp1 juta.
Uang itu diharapkan bisa membantu keluarga dalam meringankan beban saat kehilangan anggota keluarga mereka.

“Target kami semua warga yang mengalami duka, bisa terbantu jika nantinya terpilih (menjadi bupati). Bantuan ini kita langsung serahkan pada saat penguburan yang akan dikelola Bagian Kesra,” katanya.

Baca Juga :   Mayat Pria Ditemukan di Kamar Salon

Bantuan program itu katanya merupakan wujud kepeduliannya terhadap masyarakat miskin di Morut. “Kita biasa kalau ada orang meninggal pasti ada kumpul keluarga. Nah dari situlah saya berpikir untuk membuat program yang bisa membantu keluarga duka,” ujarnya.

Dia mengaku, saat ini program bantuan kepada warga yang mengalami putus nyawa belum dilakukan di daerah setempat, sehingga menyulitkan keluarga yang sedang kehilangan keluarganya untuk membiayai pemakaman.

“Bagi masyarakat miskin tentunya mengalami kesulitan dalam membiayai pemakaman. Dengan kepedulian saya maka mengusung program tersebut,” ujarnya lagi.

Untuk membiayai pemakaman tersebut, dia akan menganggarkan melalui dana hibah sebesar Rp2 miliar per tahun.
Dana hibah merupakan bantuan yang sifatnya sekali seumur hidup, sehingga selaras dengan program tunjangan kematian ini.

Baca Juga :   Hingga November 2020, 54 Tersangka Narkoba Ditangkap di Morut

Namun dia tidak menginginkan agar kematian di wilayahnya meningkat signifikan jika nantinya menjadi orang nomor satu.
“Jadi anggaran itu jika tidak dihabiskan bisa dikembalikan ke Pemkab. Jadi bukan hanya masyarakat hidup yang kita pedulikan, tetapi ketika sudah meninggal kita harus peduli,” tegasnya. IVAN

Komentar

News Feed