oleh

Jelang Tahun Baru, Pedagang Petasan Takut Dirazia

-Kota Palu-494 views

SULTENG RAYA – Para pedagang petasan yang marak bermunculan di kota Palu jelang  tahun baru 2017 mengaku khawatir dalam menjajakan dagangannya.

Pasalnya, mereka takut dagangan mereka suatu saat akan dirazia dan diamankan aparat berwajib akibat meperdagangkan petasan yang dapat membahayakan khalayak ramai.

Salah seorang pedagang petasan yang ditemui di seputaran jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo kepada Sulteng Raya mengatakan bahwa pihaknya mengaku khawatir jika suatu waktu dagangannya dirazia dan diamankan.

“Saya khawatir juga, takutnya dagangan ini diamankan, padahal tahu sendiri kalau jelang tahun baru banyak yang beli petasan,” ujarnya Kamis (29/12).

Menurutnya warga banyak yang membeli petasan guna memeriahkan malam pergantian baru, berdampak pada naiknya omzet penjualan dagangannya.

Baca Juga :   BSI Area Palu Ikut Genjot Pembiayaan KPR Sejahtera

“Kalau jelang tahun baru begini, biasanya naik dua kali lipat dari hari biasa, namun saya hanya berani menjual petasan tertentu saja, seperti kembang api dan petasan yang bunyinya tidak terlalu besar,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Muji (39) yang tidak diingin dipublis tempat berjualannya mengatakan, pihaknya juga mengaku khawatir akan adanya razia dari pihak kepolisian akibat dagangan petasannya.

“Saya menjual bermacam-macam petasan, biasanya jelang tahun baru begini permintaan masyarakat meningkat apalagi untuk petasan dan kembang api,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) telah berhasil mengamankan ratusan petasan dan kembang dari sejumlah pedagang yang ada di Kota Palu. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam perayaan Natal 2016 dan tahun baru 2017.

Baca Juga :   Lansia di Mamboro Jalani Vaksinasi Covid-19

Kapolres Palu, AKBP Christ Reinhard Pusung mengatakan, petasan dan kembang api yang berhasil diamankan sebanyak 615 jenis, di antaranya jenis roket sebanyak 600 buah, air mancur enam batang, dan jenis kembang api sebanyak sembilan buah.

“Petasan dan kembang api kita amankan agar tidak terjadi gangguan kamtibmas hingga perayaan tahun baru,” ujar Christ, Selasa (27/12).

Menurut Christ, petasan-petasan tersebut dijual bukan berasal dari agen resmi dan tanpa surat ijin dari kepolisian.
Dia berharap, masyarakat dan pihak kepolisian tetap bekerja sama untuk menjaga kemananan dan ketertiban di ibu kota provinsi Sulteng itu. FDL

Komentar

News Feed