oleh

DUGAAN KORUPSI TAMAN HIJAu, Kejari Segera Tetapkan Tersangka Baru

SULTENG POST- Penyidikan kasus dugaan korupsi taman hijau yang berlokasi di depan kantor Bupati Parigi Moutong (Parmout), terus dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi.

Rencananya pemeriksaan kembali dilakukan terhadap sejumlah saksi.

Kasi Pidsus Kejari Parigi, Samsul Bahri mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus Taman Hijau di Badan Pemeliharaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Parmout yakni, mantan Kaban dan PPTK proyek, dan sejumlah pihak yang mengetahui tentang pembangunan taman tersebut.

“Hari Kamis (4/9) kami jadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dari pihak instansi yang menangani proyek itu,” ujarnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga telah  mengantongi nama tersangka baru yang akan ikut terseret dalam pengerjaan Taman Hijau di tengah Kota Parigi yang dinilai amburadul.

Namun, dia belum berani membeberkan identitas tersangka baru.

Menurut dia, langkah penetapan tersangka baru itu dianggap telah memenuhi unsur dengan dugaan kerugian negara sebesar ratusan juta dari pihak BPKP.

Sejumlah bukti tentang keterlibatan oknum yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut dianggap telah cukup.

“Sudah pasti kalau korupsi tidak mungkin hanya satu tersangkanya, akan lebih dari itu, ” ujarnya.
Kemudian lanjutnya, untuk oknum kontraktor yang lebih awal ditetapkan sebagai tersangka akan ditahan. Penahanan dilakukan terhadap oknum kontraktor tidak terburu-buru.

Pihak kejaksaan menunggu hasil audit keuangan BPK. “Kita tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari BPK, langsung ditahan,” tuturnya.
Dia menuturkan, setelah berkas tersangka dianggap lengkap, maka segera dilimpahkan ke pengadilan.

Ada beberapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut.

Salah satu jaksa yang sudah pasti menjadi JPU adalah Samsul Bahri.

“Nanti ada beberapa jaksa termasuk saya salah satu JPUnya,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, tersangka baru tersebut diduga merupakan oknum pejabat yang bertanggung jawab soal keuangan dan fisik.

Seperti yang diketahui dalam penyelidikan tersebut, pihak Kejari Parigi telah menetapkan Abdullah Badja sebagai tersangka, karena pekerjaan Taman Hijau dengan menggunakan DAK senilai sekitar Rp894 juta, tepatnya berlokasi di alun-alun depan kantor Bupati Parmout dikerjakan tidak sebagaimana mestinya.
Selain dugaan tidak profesionalnya jasa konsultan dalam pembangunan Taman Hijau yang telah menelan anggaran Rp894 juta tersebut, kuat dugaan ada mark up pada proses pengerjaannya. OPPIE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed