oleh

10 Bidan PTT Morut Belum Terima Gaji

-Kab. Morowali-dibaca 1.335 kali

SULTENG RAYA- Sejumlah Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pusat yang ditempatkan di desa-desa di Kecamatan Petasia dan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut) sampai saat ini belum menerima gaji.

Kepada Sulteng Raya, seorang warga Anto Adriyanto mengungkapkan sebanyak sepuluh orang Bidan PTT pusat belum menerima haknya sejak bulan oktober lalu tanpa alasan yang jelas dari penanggung-jawab para bidan Puskesmas ini.

“Ada gaji kontrak Bidan PTT pusat bulan 10 belum di bayarkan sebanyak 10 bidan X Rp6 juta. Pak Ronal selaku penangung jawab di Dinas Kesehatan Morut, kenapa sampai sekarang belum dibayarkan. Salah satunya bidan Tambarobone Erfiana,” keluhnya, melalui Facebook kepada Sulteng Raya baru-baru ini.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Morut Fatmawati A Halid membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sudah mendapat laporan adanya 10 bidan PTT belum terima gaji dari Pemerintah selama dua bulan terakhir.

Baca Juga :   Dharma Wanita Dinkes Morut Diminta Jaga Kekompakan dan Kekeluargaan

Menurutnya penanggung jawab Bidan PTT Ronal Palandi yang juga PNS bagian kepegawaian di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana setempat menjadi penyebab gaji mereka senilai Rp6 juta per bulan belum cair.

“Pihak bank tidak mencairkan gaji mereka dengan alasan ada laporan buruk dari penanggung-jawab terkait kinerja 10 bidan ini, tetapi sampai hari ini laporan itu saya tidak terima dari pak Ronal, saya huhungi via telepon tidak dijawab dan sms pun tidak dibalas,” katanya.

Sebab pencairan gaji bidan PTT harus berdasarkan laporan kinerja. Pihak penanggung-jawab mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk mengurus pencairan gaji PTT. Jika laporan itu buruk, maka secara otomatis gaji mereka tertahan dan tidak bisa dicairkan.

Baca Juga :   Bupati Morut Harap Pemerintah Pusat Beri Solusi Terbaik untuk Honorer

“Saya binggung dengan penanggung-jawab ini, apa alasan dia sehingga 10 bidan ini belum terima gaji. Penanggungjawab ini penyebabnya. Dinas Kesehatan tidak ada niat untuk menahan gaji bidan PTT. Saya akan proses masalah ini, kasian mereka sudah dua bulan tidak terima gaji. Apalagi seperti bidan PTT Bungku Utara yang memang jauh dari pusat Pemerintahan, mereka harus didukung untuk memaksimalkan pelayanan publik dibidang kesehatan,” terangnya.

Fatma mengungkapkan di daerah setempat lebih dari 91 orang bidan PTT yang bertugas melayani masyarakat di setiap Desa yang tersebar di 10 Kecamatan. Dengan rincian bidan PTT daerah 32 orang, bidan PTT pusat 59 orang.

“Yang sudah PNS bidan PTT pusat sebanyak 8 orang. Untuk gaji mereka berbeda antara PTT pusat dan daerah. Kalau pusat Rp6 juta lebih. Sementara daerah menyesuaikan dengan anggaran. Tertinggi itu bidan Padalempe Rp5 juta dan terendah Korowou Rp2,25 juta,” rincinya.

Baca Juga :   Ketua FKUB Sulteng Puji Indahnya Kerukunan Umat Beragama di Morut

Sementara itu penanggung-jawab bidan PTT Ronal Palandi belum bisa dihubungi media ini terkait persoalan tersebut. Telepon yang dilayangkan Sulteng Raya melalui 08219183xxxx tidak terjawab. VAN

Komentar

News Feed