oleh

Pendidikan Inklusi Sebatas Regulasi

-Pendidikan-dibaca 1.346 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Pendidikan Inklusi atau pendidikan untuk anak yang berkebutuhan khusus telah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Oleh : Amiluddin

Dalam kebijakan tersebut memberikan warna baru bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus dan ditegaskan dalam pasal 15, disebutkan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara Inklusi atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Pasal inilah yang memungkinkan terobosan bentuk pelayanan pendidikan bagi anak berkelainan berupa penyelenggaraan pendidikan Inklusi. Secara lebih operasional, hal ini diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2013 tentang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Namun, regulasi tersebut hanya sekedar regulasi yang tercatat dalam lembaran UU dan Peraturan Pemerintah (PP). Implementasi dari UU dan PP tersebut masih jauh dari harapan yang sesungguhnya. Kurikulum dalam pendidikan Inklusi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan anak. Selama ini anak dipaksakan harus mengikuti kurikulum.

Oleh sebab itu, sekolah hendaknya memberikan kesempatan untuk menyesuaikan kurikulum dengan anak yang memiliki berbagai kemampuan, bakat dan minat. Modifikasi (penyesuaian) kurikulum dilakukan oleh tim pengembang kurikulum di sekolah. Tim pengembang kurikulum sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, guru pendidikan khusus, konselor, psikolog, dan ahli lain yang terkait.

Hal ini diakui oleh Kepala SMAN 7 Palu Edy Siswanto. Ia mengatakan pendidikan inklusi sebenarnya telah dilakukan oleh guru – guru  di setiap satuan pendidikan di Indoensia. Hanya saja, implementasi dari amanat UU dan PP tersebut yang belum maksimal.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Dia mengatakan belajar pendidikan inklusi merupakan salah satu upaya memberikan tambahan belajar bagi siswa yang masuk dalam kategori inklusi yang memiliki kemampuan rendah dalam menerima pelajaran.  Pemberian materi yang menarik dan teknik guru sangat dibutuhkan, sehingga secara berlahan tapi pasti siswa yang masuk dalam kategori inklusi bisa menyerap pelajaran dengan baik dan juga berpengaruh kepada nilai siswa itu sendiri.

Seraya menambahkan bahwa keberadaan sekolah berbasis inklusi merupakan sekolah reguler yang menyatukan antara anak-anak dengan dan tanpa berkebutuhan khusus untuk mengikuti proses belajar mengajar bersama-sama.

Pendidikan bukanlah sebuah rutinitas ujian tanpa memandang perbedaan kemampuan setiap individu. Inti dari sebuah pendidikan adalah memanusiakan manusia.***

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Komentar

News Feed