oleh

PTS Krisis Mahasiswa

-Pendidikan-dibaca 649 kali
SR Ads

SULTENG RAYA – Penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi Tengah setiap tahunnya mengalami penurunan jumlah yang begitu signifikan.

OLEH : AMILUDDIN

Hal tersebut disebabkan banyaknya sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), seperti lewat jalur undangan, SNMPTN, SMMPT dan jalur pemenuhan kouta, akibatnya hampir semua calon mahasiswa baru terserap di PTN.

Ditambah lagi adanya pemikiran masyarakat umum, jika kualitas lulusan PTN jauh lebih baik dibandingkan dengan lulusan PTS. Hal ini menjadi salah satu pemicu kurangnya minat para siswa untuk masuk ke PTS di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kondisi ini sebenarnya sudah diketahui oleh Komisi X DPR-RI saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Tengah pada 31 Oktober 2016 lalu. Bahkan pada waktu yang bersamaan, Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi mengakui adanya kondisi tersebut.

Baca Juga :   SD Gamaliel Palu Borong Medali Kompetisi Bulu Tangkis Tingkat Kota

Andi Niartiningsih pun mengkritik kebijakan PTN yang melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa pintu, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi PTS untuk menerima mahasiswa baru.

Kondisi ini sangat berdampak pada sejumlah PTS, seperti Universitas Alkhairaat Palu, Universitas Muhammadiyah Palu, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Panca Bhakti Palu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti Palu dan sejumlah perguruan tinggi lainnya yang ada di kabupaten, semuanya menjerit akibat kondisi tersebut.

Sehingga untuk mengantisipasi kondisi itu, Universitas Alkhairaat Palu melakukan terobosan demi mendapatkan mahasiswa baru berupa pemberian beasiswa atau kuliah gratis selama satu tahun (2 semester). Begitu juga dengan STIE Panca Bakti Palu dengan cara membuka kelas duafa (kuliah gratis).

Baca Juga :   Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Palu Terima Beasiswa dari Bhinneka Global

Tentunya kondisi tersebut tidak harus terjadi, sebab PTS masih sangat dibutuhkan di negeri ini terkhususnya di Sulawesi Tengah. Tidak sedikit orang besar (pejabat) di Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya lulusan dari PTS. Sehingga sepatutnya ada kebijakan pemerintah untuk pembatasan penerimaan pada PTN. Jika pemerintah masih ingin melihat eksisnya PTS di Sulawesi Tengah ini.

Begitu juga sangat diharapkan kebijakan dari pimpinan PTN yang ada, agar tidak membuka terlalu banyak jalur penerimaan mahasiswa baru, sebab itu sama saja sebagai langkah untuk “membunuh” PTS.***

Komentar

News Feed