oleh

Terlambat Terima Honor, Petugas Sampah Mengamuk di DKP

-Kota Palu-384 views

SULTENG RAYA – Akibat keterlambatan penerimaan honor, ratusan petugas honorer yang bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu mengamuk dan  merusak sejumlah fasilitas dalam dan luar kantor DKP Palu pada Selasa (13/12).

Akibat amukan tersebut sejumlah peralatan kantor rusak, kursi-kursi terlempar dan kaca jendela kantor pecah berantakan.

Insiden itu bermula ketika sejumlah tenaga honorer yang terdiri atas sopir dan petugas pengangkut sampah itu menerima pembayaran honor yang  udah terlambat, yakni untuk minggu ketiga dan keempat bulan November 2016. Tiba-tiba petugas pembayaran menyatakan akan menunda pembayaran upah itu dan akan dilanjutkan keesokan harinya sehingga hal tersebut menyulut emosi para petugas honor tersebut.

Baca Juga :   Pasien Covid-19 Sembuh di Palu Bertambah 110 Orang

“Tidak ada yang provokasi kami. Ini murni kemauan bersama. Ini persoalan isi perut. Kenapa hak kami digantung-gantung seperti ini,” ujar salah seorang petugas honor dengan nada tinggi kepada wartawan ketika hendak meninggalkan kantor DKP.

Sementara itu, Sekretaris DKP Palu, Abd Rahman Intang membenarkan insiden pengrusakan kantor yang dilakukan buruh sampah karena proses pembayaran gaji sedang berlangsung.

Namun dirinya mengatakan tidak ada maksud atau niat kalau gaji para pekerja tidak dibayarkan.

“Saya sudah minta kepada bendahara agar semua gaji buruh maupun sopir mobil sampah, dibayarkan hari itu juga, hanya saja, pada saat pembayaran gaji sopir sampah, tiba-tiba saja bendahara kehabisan uang kecil,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, padahal pembayaran gaji ratusan buruh pada bulan Desember 2016, telah memberlakukan sistem sidik jari. Sehingga tidak ada lagi buruh yang mencurigai ada penyimpangan yang dilakukan oleh para sopir maupun dinas.
“Dulu setiap kali buruh terima gaji, harus terima melalui sopirnya. Sistem itu tidak tepat, karena banyak buruh yang komplain gaji mereka banyak yang dipotong sopir. Makanya sekarang, sudah menggunakan sistem sidik jari. Ini hanya persoalan proses saja yang sedikit lambat. Gaji mereka semuanya tetap dibayarkan,” tegas sekretaris DKP.
Setelah dilakukan upaya mediasi, akhirnya pembayaran honor kembali dilanjutkan dengan penjagaan dari puluhan aparat keamanan.FDL

Komentar

News Feed