oleh

TERLIBAT PENGANIAYAAN, Warga Desa Olaya Ditangkap

SULTENG POST- Sabtu (29/11) pagi, warga Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dihebohkan dengan kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya harus dilarikan ke RUSD Anuntaloko Parigi karena mengalami luka yang teramat parah.

Kapolsek Parigi, Iptu Sudigdo Mamboro yang dikonfirmasi media ini, Minggu (30/11) mengatakan, kasus penganiayaan tersebut terjadi dilakukan oleh Amir sekitar 06.00 WITA yang mengakibatkan seorang perempuan bernama Darwanti mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Kami menerima laporan dari keluarga korban, Lasman S yang melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Parigi. Setelah menerima laporan itu, kami langsung turun ke TTKP di Desa Olaya,” ujarnya.

Menurut dia, awalnya adik korban bernama Mahruf yang sebelumnya bermasalah dengan pelaku Amir, Sabtu pagi, lewat di depan rumah terlapor.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Tiba-tiba, pelaku langsung mengayunkan sebilah parang ke arah Mahruf, namun tidak mengenainya.
Kemudian kata dia, Mahruf yang ketakutan, lari ke rumahnya untuk meminta perlindungan.

Namun, ternyata pelaku Amir terus mengejar hingga ke rumahnya.
Sesampai di rumah tersebut, pelaku melihat korban Darwanti, dan langsung menebaskan parangnya kepada korban sebanyak empat kali.

“Korban Darwanti sebenarnya bukan orang yang bermasalah dengan pelaku. Hanya saja, pada saat peristiwa itu terjadi korban yang bermaksud untuk melerai, terkena sasaran penganiayaan,” jelasnya.

Akibat perbuatan itu kata dia, korban mengalami luka parah pada bagian kepala yang ditebas menggunakan parang sebanyak dua kali, bagian telapak tangan sebelah kiri dan pada bagian punggung.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Sesaat setelah kejadian, korban langsung dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk menjalani perawatan.
Sementara pelaku Amir kata dia, telah diamankan di Polsek Parigi guna penyidikan selanjutnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui apa motif yang mengakibatkan kasus penganiayaan tersebut terjadi.
“Kami belum mengetahui apa motif dari kasus itu, tapi tersangka kami sudah amankan untuk proses selanjutnya,” tuturnya. OPPIE

Komentar

News Feed