oleh

AKAL-AKALAN BANTUAN SAPI, Pengurus Lama Dijanjikan Anak Sapi

SULTENG POST – Diduga takut kejanggalan bansos budidaya sapi terkuak, Kelompok Kawan Sejati sebagai penerima bantuan menjanjikan anak sapi kepada pengurus kelompok lama.

Perlu diketahui, Kelompok Kawan Sejati yang baru didalamnya terdapat Sekretaris Desa Kotaraya Timur. Bahkan ketuanya adalah Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial di Kantor Camat Mepanga Kabupaten Parmout. Sementara pengurus lama, adalah para peternak di Desa Kotaraya Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ngakan Putu Ranik menghubungi beberapa pengurus lama Kawan Sejati yang diketuai Ketut Abadi, yang seharusnya menerima bantuan sapi senilai Rp280 juta pada tahun 2012 tersebut. Alasannya menghubungi kembali para pengurus lama, karena ingin memberikan anak sapi dari babi bantuan dari Disnakeswan Propinsi Sulteng melalui dana APBN.

Ketua Kelompok Kawan Sejati yang baru, Ngakan Putu Ranik saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, berdasarkan hasil koordinasinya, pihaknya telah mendapatkan petunjuk dan solusi dari pihak dinas.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Menurut dia, pihak dinas menugaskannya untuk memediasi pengurus lama Kawan Sejati yakni, Ketut Abadi dan I Kadek Juliadi, agar dapat duduk bersama.

“Saya sudah yakinkan pihak dinas kalau ini hanya persoalan misskomunikasi. Makanya dikasih solusi seperti itu oleh pak Paulus dari dinas,” kata dia.

Dia menambahkan, ketiga pengurus akan dipanggil untuk diberikan anak sapi dari bantuan tersebut. Dia berdalih, hal itu sebenarnya menjadi perencanaan dari anggota kelompok baru Kawan Sejati, ketika dua kali sapi bantuan beranak, teman-teman yang belum dapat akan diberikan.
“Itu target kami lalu saat mendapat
kan bantuan sapi itu,” ujarnya.
Padahal, sebelumnya Ketut Abadi dan I Kadek Juliadi disebut sebagai pengurus lama yang telah diganti oleh pengurus baru.
Sehingga, tidak dapat menerima bantuan budidaya sapi tahun 2012 itu. Namun anehnya, setelah masalah tersebut mulai terungkap baru ada inisiatif dari Ngakan Putu Ranik untuk membagikan bantuan sapi tersebut kepada pengurus sebelumnya.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Selain itu, I Kadek Juliadi yang merupakan pengurus lama kelompok Kawan Sejati yang tidak menerima bantuan, bahkan pernah bertanya mengapa mereka tidak menerima bantuan itu kepada Made Bir yang masuk dalam kepengurusan baru kelompok penerima bantuan sapi. Berdasarkan keteranganan Made Bir kepadanya, bantuan tersebut hanya diberikan kepada orang yang tidak mampu atau miskin. Alasan itulah, I Kadek Juliadi dan anggota lainnya tidak mendapatkan bantuan itu.

“Mungkin mereka pikir saya calon Gubernur, makanya saya tidak diberikan bantuan. Padahal, mereka jauh lebih mapan dibandingkan kami,” ungkapnya.

Dugaan lainnya muncul, pada saat bantuan sapi itu disalurkan tahun 2012, pengurus kelompok Kawan Sejati langsung diganti oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :   Kepala BKPSDM Parmout Akui Keliru Lakukan Pergeseran Pejabat

Bukan hanya di Desa Kotaraya Timur yang bantuan itu tidak tepat sasaran. Bantuan sapi untuk Kelompok Sipakatau di Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan juga diduga terjadi hal yang sama. Sebab, pihak UPK Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Parmout tidak mengetahui secara pasti proses penerimaan bantuan ditahun 2012 tersebut, bahkan dirinya tidak mengetahui apa kelompok yang menerima bantuan budidaya sapi itu. OPPIE

Komentar

News Feed