oleh

Wujudkan Perdamaian

-Pendidikan-dibaca 581 kali

SULTENG POST – Pemuda khususnya mahasiswa Sulawesi Tengah perlu mengambil peran dalam menjaga semangat toleransi dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Dr. Hanna Amalia salah seorang tokoh sosial kemanusiaan nasional yang merupakan salah satu narasumber dalam kegiatan simposium nasional yang dilaksanakan oleh Yayasan Insan Cendekia yang bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Dalam pemaparannya, tokoh nasional yang akrab disapa Mama Hana tersebut menjelaskan bahwa semangat cinta tanah air dan mewujudkan perdamaian yang abadi di bumi Indonesia haruslah dipegang penuh oleh pemuda yang merupakan generasi emas bangsa saat ini.

“Saya ingin pemuda Indonesia khususnya pemuda Kota Palu Sulawesi Tengah dapat menjadi contoh bagi pelopor terciptanya kerukunan dan perdamaian bangsa yang tidak melihat dari perbedaan agama, suku, ras, bahasa dan lain sebagainya tetapi kita satu dalam satu bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya pada Sabtu (12/11) di auditorium Universitas Tadulako.

Baca Juga :   Lagi, Untad-Pemkab Pasangkayu Teken Kerja Sama

Selain Mama Hana, Simposium Nasional yang mengambil tema “Upaya Pengkapasitasan dan Pendayagunaan Pemuda dalam mewujudkan Kerukunan dan Kemajuan Bangsa “ tersebut juga menghadirkan pemateri dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan juga dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ketua Panitia Pelaksana, Siti Rahma mengatakan, pelaksanaan simposium yang menghadirkan segenap elemen pemuda yang ada di Kota Palu ini, seyogyanya, sesuai dengan tujuan pelaksanaan simposium nasional.

Yaitu, ingin menjalin serta menumbuhkan kerukunan antara pemuda khususnya yang berada di kota Palu.

“Karena itulah sejumlah peserta yang datang hari ini, kesemuanya merupakan kalangan pemuda yang ada di Kota Palu,” sebutnya di auditorium Universitas Tadulako.

Sementara itu, mewakili Gubernur Sulteng, Drs H. Longki Djanggola, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Drs. Muhammad Hidayat Lamakarate, M.Si saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa pihak pemerintah provinsi Sulteng menilai baik atas langkah yang dilakukan oleh pemuda se Sulawesi Tengah tersebut.

Baca Juga :   SMPN 7 Palu Raih Perak Ajang Olimpiade Pelajar Indonesia

Menurutnya, Pemerintah Provinsi sendiri sangat mendukung upaya terciptanya kerukunan antara pemuda khususnya di Kota Palu.

Untuk itu Hidayat berharap, hasil simposium kali ini, dapat sesegera mungkin diaktualisasikan di masyarakat.

“Semoga hasil dari simposium ini, dapat sesegera mungkin di aktualisasikan di masyarakat,” harapnya.

Selain pemaparan materi dari para narasumber dalam symposium tersebut juga digelar sesi diskusi dan Tanya jawab dengan seluruh peserta yang hadir dan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi kerukunan pemuda Sulteng yang diikuti oleh sejumlah perwakilan mahasiswa dari 15 Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kota Palu dan puluhan pelajar yang berasal dari 30 sekolah khususnya tingkatan SMA dan SMK sederajat yang ada di kota Palu. FDL

Komentar

News Feed