oleh

BEM Untad Protes Penerapan Permendikbud

SULTENG POST – PenerapanPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, menuai protes dari Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako Palu.

Bahkan, mereka melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan, di gerbang kampusnya, Selasa (2/9/2014).

BEM Untad menilai bahwa kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat belum memungkinkan untuk mengikuti Permendikbud tentang kuliah paling lama lima tahun itu.

“Belum saatnya aturan kuliah paling lama lima tahun untuk sarjana, diterapkan di Universitas Tadulako. Alasannya, fasilitas yang sangat minin, air terbatas, kursih kurang, infokus audah berabu,” kata Presiden BEM Untad, Rian, dalam orasinya.

Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 pasal 17 ayat 3, masa studi bagi mahasiswa dengan beban belajar. “Sungguh mustahil, kebijakan yang menyebabkan termarginalisasi gerakan mahasiswa. Sepertinya pola ini memang sengaja diciptakan oleh oknum tertentu, sehingga mahasiswa akhirnya lupa dengan perjuangan yang menjadi sejarah kemerdekaan Republik Indonesia,” tegas Rian.

Selain berorasi, massa aksi membubuhkan tanda tangan penolakan di atas kain spanduk. “Kita butuh seribu tanda tangan, untuk penolakan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Rektor Untad Palu Basir Cyio menegaskan, setelah lima tahun tidak selesai maka secara otomatis akan mendapatkan gelar drop out (DO).

“Semoga aturan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang relatif singkat dapat dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya saat pembukaan Orientasi Akademik (Ormik) yang diikuti ribuan mahasiswa baru (maba) di kampusnya, belum lama ini.

Diketahui, dalam Permendikbud tersebut selain masa kuliah untuk program diploma empat dan sarjana, program lainnya juga telah ditentukan.

“Kita minta kepada pak rektor agar mengkaji lebih dalam lagi tentang kebijakan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan masa studi selama tujuh tahun yang diterapkan sebelumnya, sudah tepat.

Pihaknya, kata Rian, akan melakukan koordinasi kembali dengan semua lembaga kemahasiswaan yang ada di Untad terkait adanya wacana tersebut. Selain itu, juga akan bertemu dengan rektor untuk membahas masalah tersebut.URY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed