oleh

Ratusan Warga Tawaeli Demo PLTU

-Kota Palu-390 views

SULTENG POST – Ratusan warga Kelurahan Mpanau Kecamatan Tawaeli Kota Palu mendatangi sejumlah instansi terkait dengan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tawaeli.

Hal tersebut memicu aksi kemarahan warga Tawaeli sehingga mereka melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Sulteng, Kantor DPRD Provinsi Sulteng, DPRD Kota Palu dan Kantor Walikota Palu, Selasa (1/11/2016).

Ratusan warga Tawaeli yang turun ke jalan tersebut, mengeluhkan proses pembakaran batubara yang dilakukan oleh PLTU.

Proses pembakaran batubara itu selain dihasilkan pelepasan energy berupa panas, ternyata juga menghasilkan abu dan asap, dimana debu dan asap ini merupakan polutan yang dihasilkan dari PLTU batubara.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

“Sox merupakan emisi gas buang yang dikenal sebagai sumber gangguan paru-paru yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan,” kata salah satu warga Tawaeli saat unjuk rasa di depan DPRD Provinsi Sulteng, Selasa (1/11/2016).

Menurut mereka, selama beroperasi PLTU tidak mempunyai Amdal dan instalasi pengolahan air limbah. Itulah yang menyebabkan lingkungan sekitar menjadi tercemar sampai ke laut.

Sebagian besar warga yang menggelar unjuk rasa ini, bekerja sebagai nelayan dan petani. Merekalah yang merasakan dampak langsung pencemaran lingkungan itu.

Untuk membuktikan klaim warga tersebut, semestinya Badan Lingkungan Hidup (BLH) terkait dapat melakukan pengujian di wilayah tersebut.

Sementara itu, saat berunjuk rasa di depan pintu masuk Mapolda Sulteng, massa Tawaeli yang tergabung dalam LPM Kelurahan Mpanau dan LSM Revolusi Hijau itu menuntut Amdal yang dikelola oleh PLTU yang berada di Kelurahan Mpanau Kecamatan Taweli Kota Palu, pasalnya Amdal tersebut tidak sesuai dengan aturan yang ada, seperti tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga limbah PLTU mencemari lingkungan disekitarnya.

Baca Juga :   Besok, STISIP Panca Bhakti Palu Gelar Wisuda ke-19

Koordinator lapangan Arsyad saat berunjuk rasa di depan Mapolda Sulteng diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng yang diwakili oleh Kanit I Subdit IV Kompol M. Sumangkut.

Dalam aksi tersebut juga, perwakilan dari masyarakat di Kecamatan Taweli Kota Palu menyerahkan laporan kepada Kanit I Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk selanjutnya ditindaklanjuti. YAT

Komentar

News Feed