oleh

SKP-HAM Gelar Diskusi Pendidikan

-Pendidikan-dibaca 1,066 kali

SULTENG POST – Masih belum meratanya akses pendidikan di berbagai daerah khususnya di daerah terpencil membuktikan masih kurangnya kehadiran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi antar komunitas dan pegiat literasi yang hadir di rumah peduli solidaritas korban pelanggaran hak asasi manusia (SKP-HAM), Minggu (23/10) malam.

Nurlalela Lamasitudju dari Rumah Peduli SKP – HAM Palu selaku penyelenggara diskusi mengatakan bahwa kegiatan diskusi ini diadakan untuk meningkatkan rasa kepekaan terhadap kondisi pendidikan bangsa, serta diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kritis dalam berwacana mengenai pendidikan.

“ Selain itu, diskusi ini juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antar sesama pegiat pendidikan ataupun komunitas yang konsen pada kegiatan kerelawanan yang bergerak di semua bidang khususnya pendidikan, “ ujarnya.

Baca Juga :   Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Sulteng Gandeng Unismuh Palu

Perempuan yang akrab disapa mbak Ela tersebut juga menambahkan bahwa diskusi ini akan coba dilanjutkan di kemudian hari dengan tema yang berbeda.

“ Ke depan, diskusi ini akan kita giatkan secara regular setiap minggunya, dan kami di rumah peduli SKP HAM siap memberikan wadah bagi para pegiat, aktivis, ataupun relawan komunitas yang ingin bertukar pikiran ataupun berkolaborasi aksi, “ tandasnya.

Dalam diskusi tersebut puluhan peserta tampak antusias mengutarakan pandangannya berkaitan dengan tema yang disinggung.

“ Selain pemerataan sarana dan akses pendidikan, yang tidak kalah penting adalah pengembangan pendidikan di sektor informal karena pemerintah kita masih terkesan fokus pada pendidikan formal saja, padahal itu juga penting, “ tutur Zikran, salah seorang peserta diskusi dari Komunitas Sahabat Pulau Palu dalam pemaparannya.

Baca Juga :   SMPN 3 Palu Sukses Laksanakan US Berbasis Komputer

Adapun peserta yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain ialah, komunitas Maleo, Sikola Pomore, Mo Sikola, Sahabat Pulau, Duta Genre, Turun Tangan Palu, Nemu Buku, dan TBM Pelita. FDL

Komentar

News Feed