oleh

Palu Harus jadi Penggerak Literasi Nasional

-Kota Palu-165 views

SULTENG POST – Kota Palu, Sulawesi Tengah haruslah bisa menjadi inspirasi bagi kota – kota lain di seluruh Indonesia dalam menggelorakan semangat literasi atau pemberantasan buta aksara.

Demikian yang dikatakan oleh Maman Suherman atau yang akrab dikenal dengan Kang Maman saat diwawancarai Sulteng Post terkait dengan festival literasi nasional 2016 yang dipusatkan di Palu.

“Kota Palu harus menjadi salah satu kota yang bisa melawan apa yang dikatakan oleh badan PBB yaitu UNESCO bahwa minat baca orang Indonesia sangat rendah, justru daerah ini harus membuktikan bahwa data itu tidak benar dengan terus mewujudkan dan menggerakkan gerakan tebar virus literasi ini ,“ ujarnya, di sela penutupan Festival Literasi, Kamis (20/10) di halaman Pogombo, Kantor Gubernur, Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   Lagi, 69 orang Terjaring Operasi Yustisi

Kang Maman yang terkenal sebagai Notulen di program acara ILK (Indonesia Lawak Klub) salah satu stasiun TV juga mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya para pegiat Literasi yang ada di kota Palu terus bersemangat dalam mengajak sebanyak – banyaknya orang untuk mencintai baca buku.

“ Kita harus bisa mengajak banyak orang untuk mau mebaca, memahami isi buku kalau perlu sampai bisa menulis dan kemudia menjadikan buku kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya.

Dirinya juga menambahkan fokus kegiatan literasi harus lebih terarah kepada pemberantasan tiga jenis buta huruf yakni buta huruf keaksaraan, fungsional, dan budaya.

“Buta huruf keaksaraan tekhnis seperti tidak bisa baca tulis, buta huruf keaksaraan fungsional adalah ketidak tahuan orang dalam memilih buku, dan buta huruf keaksaraan budaya yaitu masih kurangnya minat masyarakat dalam membangun kebiasaan membaca, ini yang harus kita berantas bersama, “ terangnya.

Baca Juga :   BKKBN Dorong Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Masa Pandemi Covid-19

Dirinya pun berharap agar melalui kegiatan festival literasi yang diadakan di Palu kali ini dapat menghimpun seluruh kekuatan para relawan dan pegiat literasi seluruh Indonesia khususnya Sulawesi Tengah untuk mewujudkan masyarakat yang gemar membaca buku.

“Kecerdasan suatu bangsa dilihat dari kualitas buku, dan buku janganlah hanya dianggap teks semata tetapi harus mampu menjadi motor penggerak peradaban suatu bangsa,“ tandasnya. FDL

Komentar

News Feed