oleh

Sulawesi Tengah Berduka, Longki: Sudarto Sulit Digantikan

-Metropolis-dibaca 468 kali

SULTENG POST – Wakil Gubernur Sulteng, Almarhum Purnawirawan H. Sudarto, SH, M.Hum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Minggu (2/10).  Pemakaman orang nomor dua di Sulteng tersebut berlangsung secara militer dengan inspektur upacara Gubernur Longki Djanggola.

Sebelum pemakaman dilakukan, keluarga almarhum terlebih dahulu menyerahkan jenazah ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di rumah Dinas Jalan Ahmad Yani. Penyerahan jenazah dilakukan oleh salah seorang menantu almarhum kepada Gubernur Sulteng.

Dari pantauan Sulteng Post, sebelum jenazah diantar ke Kantor Gubernur, jenazah terlebih dahulu dishalatkan di rumah duka (Rujab Wakil Gubernur-red), setelah itu jenazah mantan Anggota DPD RI periode 2009-2014 itu kemudian dibawa ke Kantor Gubernur Sulteng dan diupacarakan secara sipil. Selanjutnya jenazah diserahkan ke TNI untuk diupacarakan secara militer di TMP.

Jenazah Almarhum Wakil Gubernur H. Sudarto diterima Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa. Saat penyerahan ke TNI untuk dimakamkan secara militer, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola terlihat tak kuasa menahan tangis saat memberikan sambutannya saat proses penyerahan jenazah.

Usai upacara penyerahan ke TNI, jenazah kembali dishalatkan di Masjid kompleks kantor Gubernur Sulteng. Di masjid itu, almarhum kerap melaksanakan shalat jamaah bersama pegawai di sekretariat kantor Gubernur Sulteng.

Semasa menjabat Wakil Gubernur, Almarhum juga sangat serius mengurus rehabilitasi masjid di lingkungan Kantor Gubernur tersebut hingga akhirnya saat ini Masjid tersebut sudah tertata baik dan sejumlah ornamen dan fasilitasnya diperbaharui. Dari masjid itulah mantan Bupati Banggai dua periode (1996-2016) itu selanjutnya diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya di TMP Tatura Palu.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan bahwa selaku Gubernur dirinya sangat merasa kehilangan sosok Wakil Gubernur yang begitu disiplin, tegas dan loyal serta sering membantu dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan di Sulawesi Tengah.

“Mencari yang sama seperti pak Sudarto belum tentu dapat, ini menjadi sesuatu tugas berat saya kedepan untuk mengganti kepergian pak Sudarto,” kata Longki Djanggola usai memimpin upacara pemakaman. Menurutnya, sosok Almarhum Sudarto yang mengawali karirnya di militer sebagai Komandan Kompi di Luwuk Kabupaten Banggai, merupakan sosok panutan, setia, loyalitas, kerjasama, serta penghormatannya kepada Gubernur Sulteng, padahal kata Longki Almarhum Sudarto itu lebih tua dari dirinya.

“Dari sisi umur memang beliau yang lebih tua dari saya, tetapi beliau menghargai saya selaku gubernur dan saya pun menghargai dia selaku wakil gubernur. Saya tidak pernah memanggil dia sebagai Wakil Gubernur tetapi saya memanggil dia Mas Darto, kenapa? Karena saya tahu menghargai dia sebagai senior. Jangan karena hanya jabatan,  dia harus hormat, kepergian Almarhum sungguh-sungguh sangat memukul saya. Karena terus terang mengganti loyalitas, dedikasi, kerjasama dan menghargai satu sama lain belum tentu bisa sama dengan almarhum,” ucap Longki dihadapan awak media.

Dikatakannya, kedepan dirinya meminta kepada rekan-rekan pers untuk bersama-sama membangun Sulawesi Tengah, karena kedepannya nanti akan ada aturan-aturan yang harus dilakukan dalam hal pergantian atau pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur Sulteng yang akan datang.

“Kepada semua saya minta untuk belum dibicarakan karena masih ada waktu untuk kita mendata, semua ada mekanismenya, semua ada aturannya, yang jelas bahwa untuk proses wakil gubernur itu pasti disulkan atau diusung melalui partai pengusung yang mengusung kami. Saya mohon tidak usah dipolemikkan dan kalau ada medsos yang mengatakan si A si B dan si C, anggaplah orang-orang yang mengatakan itu tidak mempunyai empedu, karena saat ini kita lagi berduka dan saya mohon kita sama-sama memahaminya,” tutup Longki.

Wakil Gubernur Sulteng Purnawirawan H.Sudarto meninggal dunia pada Sabtu sore (1/10/2016) di Rumah Sakit Budi Agung Palu dalam usia 68 tahun tujuh bulan karena sakit. YAT

Komentar

News Feed