oleh

BPBD PARMOUT, Tiga Proyek Miliaran Diduga Tidak Ditender

SULTENG POST- Proyek miliaran rupiah yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dari APBN tahun 2014 diduga dikerjakan tidak sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, proyek tersebut merupakan tiga item proyek pasca bencana alam dibeberapa titik di Kabupaten Parmout senilai Rp3,3 miliar yang diduga melanggar Perpres Nomor 70 Tahun tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Selain itu, tiga item pekerjaan itu juga diduga tidak sesuai peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 14 Tahun 2011 tentang petunjuk teknis tata cara pengajuan dan pengelolaan dana bantuan sosial berpola hibah, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun 2011, bahwa pekerjaan yang yang lewat dari 14 hari setelah atau pasca bencana masuk dalam kategori Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana dan wajib untuk dilakukan lelang.

Baca Juga :   Kejari Parmout Lakukan Restorative Justice Tiga Perkara Pidana

Namun, anehnya pekerjaan yang senilai Rp3,3 miliar yang digunakan untuk tiga item pekerjaan yakni, pembangunan jembatan gantung di Desa Bambasiang kurang lebih senilai Rp1 miliar, pembuatan bronjong ditiga diantaranya, di Desa Sigenti dan Desa Palasa Tangki kurang lebih senilai Rp1,2 miliar, serta pembangunan 50 unit rumah senilai Rp1,1 miliar tidak dilakukan tender atau lelang.

Melainkan menjadi pekerjaan full finance sharing atau penunjukan langsung yang diduga dilakukan Kepala BPBD Parmout.
Hal tersebut juga terkuak lewat hasil hearing antara pihak BPBD Kabupaten Parmout dengan Komisi III DPRD Parmout belum lama ini.

Bahkan hal itu juga dibenarkan oleh Ketua Komisi III DPRD Parmout, Hazairin Paudi.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengakuan kepala BPBD di hadapan anggota Komisi III DPRD saat rapat dengar pendapat terungkap, tiga item proyek tersebut tidak melalui proses tender atau lelang melainkan penunjukan langsung oleh BPBD Parmout.

Baca Juga :   Pemda Parmout Gelar Pelatihan KHA untuk Percepatan KLA

“Dari pengakuannya sudah ditunjuk pelaksanaannya, ada salah satu kontraktor yang mengerjakannya, dan sudah berjalan hingga saat ini pekerjaan pasca bencana itu,” ujarnya.

Selain itu, yang cukup membuat heran, saat ditanyakan mengapa pihak BPBD Parmout tidak melakukan proses tender proyek miliaran rupiah itu, alasannya pihaknya melakukan hal itu karena telah sesuai dengan aturannya.
Sementara itu, Kepala BPBD Parmout, Arisman yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengenai kasus itu tidak memberikan jawaban. OPPIE

Komentar

News Feed