oleh

Tujuh Fraksi Terima Delapan Raperda

SULTENG POST- Sejumlah fraksi DPRD Parigi Moutong (Parmout) menerima delapan dari sembilan Raperda yang diajukan pemkab setempat untuk dibahas ke tingkat selanjutnya.

Hal itu diungkapkan ketujuh fraksi dalam sidang paripurna dengan agenda pandangan fraksi di ruang rapat DPRD Parmout, Kamis (20/11/2014).

Namun, meskipun raperda tersebut telah diterima untuk dibahas ditingkat selanjutnya, ketujuh fraksi memberikan sejumlah catatan dan saran kepada pihak eksekutif untuk dilaksanakan pada proses pembahasan dan penyusunan nantinya.

Salah satu fraksi yang memberikan sejumlah catatan yakni, Fraksi Golkar yang disampaikan I Made Yastina.
Dia mengatakan, pihaknya meminta Pemkab Parmout untuk menjelaskan kepada pihak DPRD terkait hutang pada Bank Dunia atas pembangunan Pasar Sentral Tagunu (PSP) dan Terminal Toboli.

Hal itu dilakukan agar pihaknya dapat mengetahui sejauhmana progres pembayaran hutang tersebut.
“Karena setiap tahun dibayarkan kepada Bank Dunia, maka dapat hutang itu tentunya semakin berkurang,” ujarnya.

Selain itu, dia meminta agar SKPD dapat mengedepankan rasional dan objektivitas dalam menggunakan anggaran.
Mengingat kebutuhan anggaran yang sangat besar, sedangkan daerah memiliki keterbatasan PAD. Beradasarkan hal itu, maka Fraksi Golkar berharap pembentukan SKPD yang diusulkan menyesuaikan dengan pemerintahan pusat dapat dilakukan, jika sesuai dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Fraksi PDIP yang dibacakan Alfres Tonggiroh mengatakan, pihaknya mengharapkan agar rancangan APBD tahun 2015 selalu mengacu pada norma dan prinsip anggaran serta tidak mempersoalkan besarnya anggaran.

Tapi mengharapkan realisasi nyata demi kepentingan dan pemberdayaan rakyat terutama rakyat miskin termasuk desa tertinggal.

“Kami juga melihat terjadi penurunan pada RAPBD tahun 2013, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu perlu dijelaskan,” kata dia.

Berkaitan dengan pelaksanaan Sail Tomini di Parmout dan sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2014 kata dia, dijelaskan bahwa tuan rumah pelaksanaan yakni, Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebagai landasan yuridis formal, pihaknya berpendapat perlu adanya keputusan Gubernur Sulteng tentang penunjukan Kabupaten Parmout sebagai tempat acara puncak pelaksanaan Sail Tomini.
Fraksi lainnya yang juga memberikan catatan yakni, Fraksi Amanat Persatuan yang dibacakan sekretaris fraksi, Masrin M Said.
Menurutnya, setelah mencermati situasi yang berkembang tentang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Bupati Parmout diminta untuk menjelaskan urusan pembangunan dan kemasyarakatan yang menjadi sorotan masyarakat.

Bupati harus menjelaskan pembangunan RS Moutong yang dijanjikan yang sampai saat ini belum ada realisasinya.
Serta gagalnya pembentukan DOB Kabupaten Tomini Raya dan Kabupaten Moutong yang hanya menjadi surga telinga bagi masyarakat Kabupaten Parmout, khususnya di wilayah pemekaran.

“Kedua isu ini merupakan isu dan janji politik pada Pemilukada Bupati/Wakil Bupati tahun 2013 yang tidak pernah direalisasikan,” tegasnya.

Raperda yang sebelumnya diajukan oleh Pemkab Parmout untuk dibahas pada tingkat selanjutnya yakni, Raperda tentang APBD 2015, Raperda tentang perubahan kedua atas perda Nomor 9 Tahun 2008, tentang susunan organisasi dan tata kerja dinas-dinas daerah, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 1 tahun 2010, tentang susunan organisasi dan tata kerja lembaga lain bagian dari satuan kerja perangkat daerah, Raperda tentang perubahan ke 5 atas peraturan daerah Nomor 10 tahun 2008 tentang susunan organisasi dan tata kerja inspektorat, badan perencanaan pembangunan daerah dan lembaga teknis daerah.

Selain itu, Raperda tentang perubahan atas perubahan atas perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang pajak daerah, Raperda tentang perubahan atas perda No.8 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, Raperda tentang penyelenggaraan administarsi kependudukan.

Namun, Raperda tentang izin lokasi, pemanfaatan dan perubahan penggunaan tanah, ditolak Fraksi Amanat Persatuan untuk dibahas karena membutuhkan waktu dan analisa yang cukup panjang. OPPIE

Komentar

News Feed