oleh

Di Kelurahan Bantaya, Kejanggalan BSPS Terkuak

SULTENG POST – Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) strategis di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parmout diduga banyak kejanggalan. Hal itu terungkap saat sekelompok masyarakat mengadu ke kantor DPRD Parmout, Kamis (22/9/2016).

Kedatangan perwakilan masyarakat tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi satu DPRD Parmout, Husen Mardjengi dan ketua komisi tiga Ir Hazairin Paudi serta sejumlah anggota lainnya.

Pertemuan yang juga dihadiri dinas terkait, yakni Dinas PU Parmout dan pemerintah Kelurahan Bantaya tersebut, berlangsung sedikit memanas. Pasalnya, terungkap beberapa hal yang dianggap janggal. Sebab, berdasarkan kenyataannya ada masyarakat yang semestinya menerima bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan.

Menurut penjelasan Kabid Cipta Karya, Dinas PU Parmout, Nyoman Adi, ada tiga tahap yang diberikan oleh Kementerian PU-PERA. Pertama BSPS reguler berjumlah 300 unit berlokasi di Ambesia Barat, Desa Petapa dan Desa Tolai Timur. Selanjutnya, BSPS strategis PPK-nya di Kementrian PU-PERA sejumlah 100 unit di Kelurahan Bantaya dan BSPS Strategis tahap tiga berjumlah sebanyak 161.

“Kegiatan BSPS ini berdasarkan usulan dari daerah ditujukan ke provinsi di Cipta Karya kemudian diusulkan ke pusat,” ujarnya.

Berdasarkan itu, jumlah kuota sesuai sumber anggaran jenis BSPS yang ada, tahap satu untuk Kelurahan Bantaya mendapatkan 120 unit. Sesuai informasi jumlah by name by addres (BNBA) di Kelurahan Bantaya sebanyak 225 calon penerima. Bantuan yang diberikan ada dua, berupa uang dan barang.

Dia menambahkan, proses menjadi 120 unit tersebut setelah dilakukan verifikasi penerima di tingkat kelurahan dengan melibatkan fasilitator dan pihak kecamatan. Berdasarkan usulan itu, selanjutnya tim tehnis menetapkan jumlah 120 diusulkan ke Kementerian. Kemudian, pemerintah pusat menerbitkan SK sesuai dengan nama yang  ada.

Namun, kenyataan dilapangan seperti yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Kelurahan Bantaya, Jamal, diduga data  penerima BSPS di kelurahan tersebut tidak valid. Bahkan, pihak kelurahan melakukan pergantian penerima BSPS secara sepihak dan tidak ada berita acara.

“Terdapat 12 nama penerima BSPS yang diganti secara sepihak oleh pihak kelurahan,” ujarnya.

Sehingga kata dia, pihaknya menduga penerima bantuan sebanyak 120 terindikasi sudah dirubah. Sebab, begitu dimintakan nama-nama penerima, tidak diberikan oleh pihak kelurahan. Akhirnya, setelah mencari informasi dari fasilitator dan RT mereka menyebutkan bahwa yang melakukan pergantian adalah pihak kelurahan.

“Mereka yakni, fasilitator dan RT menolak apa yang disampaikan lurah,” ungkapnya.

Masalah tersebut sempat membuat anggota DPRD mencecar berbagai pertanyaan kepada pihak Dinas PU Parmout dan Lurah Bantaya, karena melihat adanya sejumlah indikasi BSPS di Kelurahan Bantya diduga bermasalah.

Ketika dimintai keterangan, Lurah Bantaya, Muhamad Ikram, terlihat seakan lepas tangan terhadap permasalahan BSPS tersebut. Dia berdalih, urusan penerima BSPS itu telah diserahkan sepenuhnya kepada bagian kesra.

“Saya tidak mengganti nama – nama penerima itu,” tuturnya.

Begitu dikonformasi kepada bagian kesra di Kelurahan Bantaya, ternyata pihak kesra pada saat rapat bersama anggota DPRD tersebut, tidak bisa menjelaskan secara detail apa yang menjadi dasar, alasan serta indikator dilakukan pergantian terhadap 12 penerima.

Pihak kesra berdalih, pergantian itu disebabkan karena penerima sebelumnya pernah mendapatkan bantuan serupa BSPS. Namun, penjelasan bagian kesra  tidak didukung dengan bukti akurat yang membenarkan.

Akibat penjelasan yang tidak secara mendetail, yang disampaikan oleh bagian kesra, salah seorang anggota DPRD Parmout, Sugeng Salilalam menjadi berang. Dia meminta pihak kesra agar menunjukan bukti-bukti yang akurat.

Berdasarkan pantauan koran ini, pertemuan antara anggoat DPRD dan perwakilan masyarakat Kelurahan Bantaya masih berlangsung hingga pukul 17.00 Wita. Bahkan rencananya rapat dengar pendapat terkait dengan persoalan BSPS tersebut akan kembali dilanjutkan untuk menyelesaikan persoalan BSPS yang terjadi di Kelurahan Bantaya. OPI

Komentar

News Feed