oleh

BI: Waspada Penipuan Janji Pelunasan Kredit

-Ekonomi-90 views

SULTENG POST – Sehubungan dengan adanya modus penipuan dan pelunasan kredit, oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan ajakan tidak membayar utang ke bank-bank perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap penawaran dan atau ajakan dari pihak manapun.

Kepala BI Perwakilan Sulteng Purjoko mengatakan, penawaran dan ajakan tersebut muncul di beberapa daerah dengan mengatasnamakan Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon dan Koperasi Perdana Mandiri group di Jogjakarta.

Menurut Purjoko, modus penipuan yang terjadi adalah sebagai berikut. pertama, penawaran dari perusahaan kredit dan ajakan untuk tidak membayar utang ke bank-bank perusahaan pembiayaan maupun lembaga jasa keuangan lainnya.

Baca Juga :   OJK Ajak Jurnalis Sulteng Berpartisipasi Lomba Menulis

Kemudian, perusahaan lembaga tersebut $mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya .

Ketiga, pelunasan utang tersebut dilakukan dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang salah satunya dikeluarkan oleh BI.

“Kemudian perusahaan atau lembaga tersebut meminta korban untuk membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok atau badan hukum tertentu,” jelas Purjoko didampingi Kepala OJK Sulteng Moh Syukri Andi Yunus saat memberi keterangan pers kepada wartawan, Jumat (23/9/2016).

Purjoko juga menjelaskan, perusahaan atau lembaga tersebut meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung.

“Hal tersebut tidak benar dan merupakan tindak penipuan dan penyalahgunaan nama Bank Indonesia oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk keuntungan dan kepentingan pribadi,” jelasnya.

Baca Juga :   OJK Bagikan 500 Paket Sembako di Moutong

“Oleh karena itu, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan mengajak semua pihak khususnya para debitur dan pelaku usaha jasa keuangan untuk waspada dan berhati-hati terhadap penawaran atau ajakan dari pihak manapun terkait hal tersebut,” jelasnya lagi.

Di sisi lain, bagi debitur yang masih memiliki kewajiban kredit kepada industri jasa keuangan, diminta agar tetap menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

BI dan OJK juga mengimbau, agar pihak-pihak yang merasa dirugikan melakukan upaya hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku agar terdapat kepastian hukum dan mencegah kerugian yang lebih besar pada industri jasa keuangan akibat perilaku pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :   Meningkatkan Saldo BritAma Bisa Menang Toyota Alphard

Di tempat yang sama, Kepala OJK Sulteng mengatakan bahwa praktek tersebut memang harus diwaspadai.

“Karena secara logika praktik-praktik itu sudah tidak masuk akal,” kata dia.

Dia juga mengatakan, pihaknya bersama BI telah membentuk waspada investasi yang bekerjasama dengan aparat hukum seperti kejaksaan dan kepolisian. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed