oleh

UNTUK LINGKUNGAN HIDUP, Alokasi DAK di Poso Meningkat

-Kab. Poso-dibaca 322 kali

SULTENG POST- Dalam waktu dekat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso akan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp1,6 miliar pada tahun 2015 mendatang.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk program konservasi lingkungan hidup melalui program perlindungan kawasan Danau Poso dan pengelolaan persampahan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Poso, Ambrosius Tokare kepada media ini mengatakan, dari total anggaran DAK sebesar itu, 60% diarahkan untuk konservasi dan 40% merupakan biaya program pengelolaan persampahan.

“Ada dua program utama yang akan dibiayai dari dana alokasi khusus pada tahun 2015 mendatang yakni konservasi dan persampahan,” tuturnya.

Ambrosius menuturkan, alokasi DAK yang diperoleh tahun ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai Rp1,2 miliar dalam program yang sama.

Baca Juga :   164 Personel Amankan Pilkades di Poso

“Jumlah DAK yang kita peroleh ini meningkat jika dibanding tahun 2014 ini yang hanya mencapai Rp1,2 miliar. Hal ini mungkin disebabkan karena ketepatan kita dalam pemanfaatan anggaran sesuai petunjuk teknis yang ada serta lancarnya laporan yang disampaikan ke pusat, sehingga DAK kita tahun depan meningkat,” tuturnya.

Untuk program konservasi pada tahun 2014 , kata Ambrosius, meliputi wilayah Pamona Puselemba, sementara DAK tahun 2015 mendatang akan digunakan untuk program konservasi Danau Poso yang melintas di wilayah Pamona Tenggara, Pamona Barat, Pamona Timur.

“Khususnya konservasi sumber mata air, aliran Sungai Kodina, kawasan aliran Sungai Lariang di wilayah Kecamatan Lore Peore serta penataan kembali kawasan Mangrove di Poso Pesisir,” katanya.

Baca Juga :   164 Personel Amankan Pilkades di Poso

Sementara untuk program pengolahan persampahan, dari alokasi dana tersebut akan dijadikan pupuk organik serta digunakan untuk pembelian armada sampah.

“Khusus angkutan sampah ini, kita hanya mengadakan saja, selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Perumahan dan Kebersihan Kota Poso sebagai instansi yang berwenang memanfaatkannya,” katanya.

Dia menambahkan, program konservasi lingkungan sangat dibutuhkan mengingat saat ini maraknya penebangan liar yang dilakukan warga untuk dijadikan lahan perkebunan dan pertanian. SYAM

Komentar

News Feed