oleh

Anggota Banggar Pertanyakan Target PAD ESDM

-Metropolis-dibaca 460 kali

SULTENG POST – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu Alimudddin Ali Bau mempertanyakan target potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diajukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Palu.

“Target yang diajukan memiliki selisih Rp2,1 miliar dengan laporan yang dihimpun oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (DPPKAD),” kata Alimuddin, usai mengikuti rapat Banggar bersama TAPD Kota Palu, Rabu (19/11).

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Palu tersebut merinci dari data potensi PAD yang disampaikan Dinas ESDM dari pajak mineral bukan logam dan batuan (galian C) yang terpulaukan sebesar Rp12 miliar.

Selanjutnya, dari mineral bukan logam dan batuan dari objek pelaksana pekerjaan fisik sebesar Rp600 juta. Jika diakumulasi kata Alimuddin jumlah pendapatan yang ditarget dari Dinas ESDM yang bersumber dari pajak mineral bukan logam dan batuan sebesar Rp12,6 miliar.

Potensi PAD yang disampaikan EDSM tersebut berbeda dengan data yang dihimpun oleh DPPKAD sebesar Rp10,5 M.
“Tadi saya mempertanyakan adanya perbedaan tersebut, kita akan meminta kepada Dinas ESDM untuk melakukan klarifikasi target PAD yang diberikan kepada Dewan,” kata Alimuddin

Untuk itu, Alimuddin akan meminta secara detail rincian data potensi dari ESDM agar seluruh potensi dapat tergali secara maksimal

“Berarti ada potensi PAD yang belum tergali, sehingga dinas ESDM berani menargetkan PAD dengan jumlah Rp12,6M,” kata alimuddin.

Selain target PAD dari pajak mineral bukan logam dan batuan, ESDM juga menyampaikan data potensi PAD dari pajak air (pajak pemanfaatan air bawah tanah) sebesar Rp90 juta. WAN

Komentar

News Feed