oleh

Pro Kontra Pembangunan Tugu Palu Nomoni

-Kota Palu-182 views

SULTENG POST – Prasasti atau tugu Palu Nomoni yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Palu saat ini di tengah anjungan Pantai Talise dianggap mengganggu kenyamanan warga, khususnya bagi mereka yang sering mengikuti senam sehat setiap Ahad pagi di tempat itu.

Meskipun nantinya tugu ini akan menjadi ikon dari perhelatan Festival Pesona Palu Nomoni, namun kehadiran tugu di tengah pusat keramaian seperti di anjungan Pantai Talise ini dinilai kurang tepat.

Meski di dalam prasasti tersebut Menteri Pariwisata RI Arif Yahya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Walikota Palu Hidayat bertanda tangan, tetap saja menuai pro dan kontra di sejumlah kalangan masyarakat.

Anwar, salah seorang warga yang sering berkunjung ke anjungan tersebut misalnya, mengaku jika pembangunan tugu Palu Nomoni tersebut mengganggu kenyamanan pengunjung yang biasanya berakhir pekan di area tersebut.

Baca Juga :   Segera Cair, Dana BOS Madrasah-Pesantren Pasti Naik

Yang dia permasalahkan adalah lokasi pembangunan prasasti yang berada di tengah anjungan.

“Sebenarnya bagus-bagus saja bangun tugu seperti ini. Tapi, masalahnya sekarang disini sudah sering digunakan senam dan rekreasi keluarga. Kalau ada ini (tugu) kan area ini yang awalnya luas menjadi sempit,” jelasnya.

Menurut Anwar, sebaiknya pembangunan prasasti tidak dilakukan di tengah anjungan.

“Kan di bagian pinggir juga bisa dibangun ini tugu. Saya kira kalau dibangun di bagian pinggir juga tidak akan mengurangi daya tariknya,” seloroh Anwar.

Hal berbeda diutarakan Vivi, mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Palu. Dia justru mengapresiasi upaya pemerintah setempat yang membangun tugu untuk memperingati hari ulang tahun Kota Palu yang dibingkai dalam bentuk Festival Palu Nomoni.

Baca Juga :   Perayaan HUT ke-8 Sulteng Raya Digelar Sederhana

“Justru bagus loh mas, kalau ada itu tugu di tengah anjungan. Kita bisa selfi-selfi dan di apload ke medsos. Ya, harapannya Palu bisa terkenal kan. Bisa eksis juga di medsos lewat itu tugu,” kata Diana polos.

Meski mengapresiasi pembangunan tugu tersebut sebagai salah satu ikon dalam pegelaran Palu Nomoni, Diana justru belum melihat antusias warga Palu sendiri dalam menyongsong pagelaran yang rencananya dihelat dengan taburan Gimba dan Lalove di sepanjang Pantai Talise itu.

Pantauan Sulteng Post, Selasa siang (13/9/2016) pembangunan tugu tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelesaian. ENG

Komentar

News Feed