oleh

Persatuan Jurnalis Morowali Geram Proyek Siluman Diloloskan, Anggaran Media di Pangkas

-Kab. Morowali-dibaca 507 kali
SR Ads

 

SULTENG POST-Ketua Persatuan Jurnalis Morowali (PERSTAJAM), Erny Johan Ba’u secara mendadak mendatangi rumah jabatan (rujab) Bupati Morowali, Anwar Hafid di Desa Matansala Kecamatan Bungku Tengah, Sabtu (10/9/2016).

Kedatangaan pereempuan yang akrab disapa Mega itu adalah guna meminta penjelasan kepada Anwar Hafid mengenai banyak hal, termasuk anggaran media pada APBD tahun 2015 serta 2016 dipangkas dan tidak semua media terakomodir.

Awalnya, Anwar Hafid tak mau keluar dari rumah karena menurut penjelasan sang ajudan yang merupakan anggota Polres Morowali, Briptu Wahyu bahwa Anwar Hafid tengah istirahat dan akan menemuinya keesokan paginya.

Namun, Mega tetap memaksa akan bertemu Anwar Hafid sehingga iapun sempat diseret oleh sejumlah anggota Satpol PP yang tengah berjaga di pos rujab. Nyaris terjadi bentrok dengan anggota Satpol PP namun tiba-tiba Bupati keluar untuk mmenemuinya.

Anwar Hafid sempat menanyakan apa sebenarnya yang dituntut oleh Mega, yang juga pada Pileg 2014 lalu, dirinya sempat mundur dari dunia pers untuk kemudian menjadi caleg di Dapil III dari Partai Demokrat pimpinan Anwar Hafid.

Dengan suara keras dan lantang, Mega mengungkapkan kekesalannya kepada Anwar Hafid mengenai anggaran media yang terlalu sedikit dan tidak semua media Morowali terakomodir, sementara di sisi lain, ada sejumlah proyek yang tidak dibahas melalui DPRD malah diloloskan, salah satunya Pengaman Pantai Kelurahan Matano yang bernilai anggaran sekitar 4,5 Milyar dan masalah itu telah ramai dibicarakan di sejumlah media massa, baik cetak maupun online.

Selain itu, pengadaan 25 unit mobil dinas untuk seluruh anggota DPRD juga dipertanyakan oleh Mega. “Anggaran media hingga saat ini dipangkas terus, tapi Bapak cuma diam, giliran proyek yang tidak dibahas di DPRD tetap diloloskan, Bapak juga cuma diam, termasuk pengadaan mobil dinas untuk anggota DPRD satu orang satu unit, katanya pro rakyat, tapi malah begini, berarti Bapak Bupati ada kong kali kong dengan DPRD !!!” tegas Mega sambil menunjuk-nunjuk Bupati Anwar Hafid.

Kekesalan Mega telah lama dipendam, karena telah beberapa kali mendatangi Bupati dan Ketua DPRD untuk memperjuangkan anggaran media ditingkatkan, namun karena tidak ada respon, emosi Mega pun memuncak yang kemudian mendatangi rujab Bupati.

Rencananya, dalam beberapa hari ke depan, Mega akan mendatangi Ketua DPRD Morowali, H Ambo Dalle untuk menkonfirmasi hal yang sama setelah terlebih dahulu berkomunikasi melalui handphone dan menegaskan bahwa Ketua DPRD harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaannya.”Pak Ketua tunggu saya akan datang, dan Bapak harus siap-siap saja, saya tidak main-main” kata Mega via handphone.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Morowali H Anwar Hafid yang diminta tanggapannya via pesan singkat belum memberikan jawaban apapun.BANG.

Komentar

News Feed