oleh

Festival Palu Nomoni Kurang Sosialisasi, Banyak Warga tak Tahu

-Kota Palu-dibaca 398 kali

SULTENG POST – Sejumlah warga mengakui belum mengetahui adanya gelaran Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) yang digelar di seputaran Teluk Palu di penghujung September nanti.

“Belum tahu kalau mau ada Festival Pesona Palu Nomoni. Apa yang kita tau biasanya itu Festival Teluk Palu” ujar Lisa, karyawati swasta yang bekerja di sekitar kawasan pasar, Rabu (7/9).

Hal yang senada disampaikan oleh salah satu ibu rumah tangga yakni Ija (37). Warga Kelurahan Talise Valangguni ini mengaku belum tahu kalau Pemerintah Kota Palu akan mengelar Festival Pesona Palu Nomoni 24 samapi 26 September 2016 nanti.

“Belum tahu pak, kalau akan ada Festival Nomoni itu. Pernah dengar tapi ngga tau kalu itu festival,” jelas Ija polos.

Baca Juga :   Wawali Reny Cek Pasokan Gas Oksigen di PT Tira Austenite

Sementara itu Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pariwisata Kota Palu menargetkan bahwa pada saat pembukaan malam pelaksanaan Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) yang akan digelar pada (24/9) malam itu akan dibanjiri oleh pengunjung.

“Kita targetkan pada saat pembukaan acara malam itu baik pengunjung maupun peserta akan membludak dengan target minimal 10 ribu orang,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palu Akram pada media ini, Rabu (7/9).

Kata dia jumlah massa tersebut dapat dibuktikan dengan adanya pengakuan sejumlah travel atau biro perjalanan yang menyatakan bahwa mereka banyak mendatangkan tamu pada acara itu.

“Selain dari banyaknya tamu atau pengunjung dari daerah lain dan warga Kota Palu kita juga akan didatangi tamu tamu dari mancanegara serta tampilan dari daerah luar seperti tarian dari Bali,” kata Akram.

Baca Juga :   Simak! Ini Syarat Calon Penerima BSU 2021

Hal lain yang menyebakan membludaknya orang pada malam pembukaan itu yakni akan ditampilaknnya berbagai tampilan dari berbagai etnik yang ada di Indonesia bahkan etnik budaya dari China seperti Barongsai.

“Pada malam pembukaan itu akan banyak diisi dengan berbagai pertunjukan diantara ada tarian pamonte massal yang tampil di Boyaoge, kemudian dilangsungkan dengan penandatangan MOU dengan beberapa daerah yang telah melakukan kerjasama dengan Kota Palu seperti Gianyar, Badung dan sebagainya,” jelasnya.

Akram menambahkan bahwa pada malam itu usai dibuka oleh Menteri Pariwisata yang dilanjutkan dengan penandatangan prasasti kemudian akan dilontarkan kembang api disusul dengan berbunyinya lalove serta ditabuhnya gendang (Gimba) yang akan dilakukan di 520 titik yang telah disediakan.

Baca Juga :   Wawali Reny Ajak Mahasiswa Kesmas Unismuh Jadi Relawan Covid-19

“Selain dari kegiatan pada malam hari itu kita juga menggelar kegiatan lain seperti loma lari marathon, lomaba perahu tanpa awak, dan berbagai lomba lainnya yang kesemuanya akan bersentral di Anjungan Teluk Palu,” pungkasnya. TEN

Komentar

News Feed