oleh

Rekomendasi Sultim Minta Dicabut

-Metropolis-dibaca 349 kali

Masyarakat Poso Tolak Luwuk Ibukota  Sultim

SULTENG POST – Seratusan warga di Poso menggelar aksi demo penolakan Kabupaten Luwuk untuk menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Timur (Sultim).  Saat demo,  massa membawa spanduk bertuliskan penolakan.

Selain warga, sejumlah PNS Pemda Poso dan beberapa pejabat SKPD juga turut hadir dalam aksi demo ini.  Max Djafar yang memimpin demo dalam orasinya mendesak  Gubernur Sulteng dan DPRD Provinsi Sulteng di Kota Palu agar mencabut kembali hasil paripurna DPRD Sulteng yang telah merekomendasikan Kabupaten Luwuk menjadi ibu kota Sultim.

Massa juga menuntut, apabila Luwuk menjadi ibukota Sultim maka Kabupaten Poso tidak bergabung dengan provinsi Sultim, karena bertentangan dengan semangat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk pendekatan pelayanan masyarakat.

Massa juga meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Poso berserta pimpinan anggota DPRD Poso, apabila point 1 dan poin 2 diatas tidak terpenuhi meminta agar pembicaraan masalah Sultim dihentikan dan segera melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Morowali serta Kabupaten Morowali Utara untuk melakukan pembentukan provinsi baru.

“Kami berharap pertemuan akbar untuk membicarakan provinsi baru agar dilakukan di Kabupaten Poso sebagai kabupaten induk dari ketiga kabupaten,” teriak Nendi  bersama massa pendemo, Selasa (06/09/).

Tak hanya itu, massa juga menyampaikan jika masyarakat Kabupaten Poso yang peduli akan nasib daerahnya telah dikhianati oleh FP3 Sultim Kabupaten Luwuk yang diamini oleh para legislator DPRD Provinsi Sulteng, dengan mengeluarkan Kabupaten Poso dari agenda pemekaran Sultim.

Mereka juga melakukan aksi demo dengan masuk ke lokasi halaman perkantoran seperti di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Poso, halaman kantor Pemda Poso untuk mengajak para PNS agar bersama-sama ikut menyuarakan aspirasinya menolak ibu kota Sultim di Luwuk. Massa juga mendatangi kampus Unsimar Poso dan Gedung DPRD Poso.

Saat di gedung DPRD, mereka diterima 11 Anggota DPRD Poso dan melakukan pertemuan membahas tuntutan mereka bersama Bupati Poso.

Saat demo di gedung DPRD Poso, massa juga membakar ban bekas saat melampiaskan kekecewaan dan bentuk protes mereka. Meskipun ada riak-riak kecil dalam demo ini, aksi demo berjalan aman dengan mendapat pengawalan aparat TNI/Polri. SYM

Komentar

News Feed