oleh

Abdul Kadir Plh Kepala SMAN 2

-Pendidikan-dibaca 765 kali

SULTENG POST – Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Abdul Kadir, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMAN 2 Palu, oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikbud Kota Palu, Rustam Akas, penunjukan Plh kepala SMAN 2 tersebut bertujuan agar kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tidak terganggu, selain agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan, pascademonstrasi siswa yang menuntut lengsernya Kepala SMAN 2 Badrah Lahay beberapa waktu lalu.

“Plh yang ditunjuk bersifat sementara, menunggu keputusan Pemerintah Kota yang nanti akan menunjuk siapa kepala sekolah yang baru, berdasarkan mekanisme yang ada,” jelas Rustam kepada Sulteng Post, Selasa (6/9/2016).

Rustam menjelaskan penunjukan Plh dan penonaktifan Badrah Lahay sebagai kepala SMAN 2, agar proses klarifikasi dan BAP yang saat ini sedang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palu bersama Disdikbud terhadap Badrah Lahay berjalan lancar.

Baca Juga :   Usung Semangat Transformasi & Inklusivitas, Dekan FEB UI Jadi Pembicara Nobel Prize Dialogue

Sementara terkait proses BAP tersebut, Kepala BKD Kota Palu, M Rifani Pakamundi mengatakan masih berlangsung.

“Masih berlangsung proses BAP-nya, Kepala SMAN 2 Badrah Lahay telah kita panggil dan sudah di BAP, tapi tidak hanya beliau (Badrah Lahay) yang kita BAP, masih banyak lagi yang akan kita panggil untuk proses BAP ini,” jelas Rifani.

RIfani mengatakan pihaknya telah memanggil Badrah lahay untuk dilakukan BAP. “Kita telah BAP ibu Badrah, tapi belum bisa kita simpulkan hasilnya, “Jadi belum bisa kita simpulkan hasil BAP, karena masih banyak lagi yang akan panggil untuk di BAP,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Palu M Sadly Lesnusa menyatakan Plh yang ditunjuk akan menjalankan tugas – tugas kepala sekolah yang sementara ditinggalkan Kepala SMAN 2 Badrah Lahay, yang sedang menghadapi proses klarifikasi terkait 18 tuntutan siswa.

Baca Juga :   12 Mahasiswa Ilkom Untad Lolos Program Magang MBKM

“Penunjukan Plh, bukan berarti beliau (Badrah Lahay) dicopot atau diganti, tapi kita dalam proses pembuktian apakah benar dan sesuai dengan tuntutan siswa itu,” jelas Sadly beberapa waktu lalu.

Sadly juga menegaskan, apabila setelah dilakukan proses klarifikasi dan dinyatakan bahwa yang bersangkutan (Badrah Lahay) bersalah, maka akan dilakukan pergantian jabatan kepala sekolah sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Bila memang terbukti salah, sebagaimana harapan dan petunjuk pak wali, kita akan proses pergantian (kepala sekolah) sesuai dengan mekanisme aturan yang ada,” tegasnya, beberapa waktu lalu.

“Tetapi apabila tidak terbukti, tentunya kita akan kembalikan (jabatan kepsek) dan pasti ada punishment (hukuman) yang kita berikan kepada aktor intelektual yang melakukan upaya ini (unjukrasa siswa),” tegasnya lagi.ROA

Baca Juga :   SMPN 15 Palu Sukses Laksanakan ANBK, Kepsek Harapkan Hasilnya Maksimal

Komentar

News Feed