oleh

Agustus 2016, Deflasi di Palu 0,41 Persen

-Ekonomi-323 views

SULTENG POST – Kota Palu pada Agustus mengalami deflasi sebesar 0,41 persen, menempati urutan ke-6 deflasi tertinggi di kawasan timur Indonesia dan ke-19 secara nasional.

Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar mengemukakan di Palu, Jumat, deflasi terjadi karena turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,45 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,82 persen serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen.

Selain itu kata Faizal, sejumlah komoditas yang memiliki andil penyebab deflasi antara lain tarif angkutan udara sebesar 0,17 persen, ikan selar 0,13 persen, ikan mujair 0,11 persen, telur ayam ras 0,05 persen, ikan cakalang 0,03 persen, ikan ekor kuning 0,03 persen, tomat buah 0,03 persen, wortel 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen dan besi beton 0,02 persen.

Baca Juga :   AHM Hadirkan Pilihan Warna Baru New Honda Vario 125

“Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga selama Agustus relatif stabil,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran juga megalami kenaikan indeks harga seperti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, diikuti kelompok sandang 0,11 persen dan kesehatan sebesar 0,03 persen.

Dari 18 kota di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), 13 kota yang mengalami deflasi dengan daerah tertinggi di Kota Pare-Pare 0,80 persen, diikuti Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Makassar 0,45 persen, Palopo 0,42 persen, Palu 0,41 persen.

Selama Agustus 2016, deflasi secara nasional berada pada angka 0,02 persen. Sejumlah kota yang mengalami deflasi antara lain Kupang 0,87 persen, Pare-Pare 0,80 persen, Mamuju 0,79 persen, Bau-Bau 0,72 persen, Tanjung Pandan 0,58 persen, Kediri 0,57 persen, Tanung 0,53 persen, Madiun 0,52 persen, Purwokerto 0,51 persen, Bandung 0,49 persen, Kudus 0,48 persen, Tegal 0,45 persen, Makassar 0,45 persen dan kota lainnya di bawah 0,45 persen.

Baca Juga :   Tempuh Jarak 400 km Setiap Hari, Wuling Confero S Tetap Miliki Performa Mantap

Sebelumnya, pada Juli 2016 yang lalu, BPS Sulteng merilis perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Kota Palu sebesar 0,39 persen. Hal ini dipengaruhi naiknya indeks harga pada kelompok pengeluaran.

Hal tersebut terbukti berdasarkan kenaikan indeks harga yang terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebanyak (2,68 persen), sandang (1,01 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,30 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,28 persen), kesehatan (0,25 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,14 persen), serta bahan makanan (0,07 persen). ANT/YAT

Komentar

News Feed