oleh

Dongkrak Investasi, Sulteng Perkuat Kerja Sama BKPM

-Ekonomi-234 views

SULTENG POST – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat kerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI untuk mendongkrak realisasi investasi di daerah ini melalui berbagai kebijakan seperti amnesti pajak.

“BKPM terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta tax amnesty,” kata Kepala Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Tengah Shandra Tobondo, Kamis pekan lalu.

Menurut Shandra, bagi peserta tax amnesty yang ingin berinvestasi di Sulawesi Tengah akan didampingi oleh tim khusus ‘account officer’ BKPM.

Mereka akan mendapatkan kemudahan pelayanan seperti izin tiga jam, pemberian fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau serta dimungkinkan untuk mendapatkan fasilitas tax amnesty.

“Tetapi ini hanya terbatas pada investasi infrastruktur dan sektor riil yang menjadi prioritas investasi di daerah,” katanya.

Shandra optimistis melalui skema kemudahan investasi tersebut realisasi investasi di Sulawesi Tengah akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga :   Kangen Touring, Biker XSR 155 Beri Tips Jitu

Dirinya juga yakin realisasi investasi pada 2016 akan melampaui target yang telah ditetapkan BKPM sebesar Rp14,5 triliun.

Optimisme Shandra tersebut juga didasari oleh realisasi investasi pada Semester I/2016 telah mencapai Rp10,2 triliun.

Shandra berharap dengan meningkatnya investasi di daerah akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat sehingga menjadikan daerah ini terdepan dalam peningkatan ekonomi di Indonesia khususnya di wilayah timur Indonesia.

Untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Sulawesi Tengah, berbagai pihak juga telah melakukan upaya mempercepat akses keuangan daerah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini telah menetapkan beberapa langkah strategis di antaranya mempertemukan beberapa pihak terkait agar percepatan akses keuangan daerah segera terwujud.

MENINGKAT 30 PERSEN

Realisasi investasi di Sulawesi Tengah yang bersumber dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri pada semester I-2016 meningkat 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dari Rp7,175 triliun menjadi Rp10,2 triliun.

Baca Juga :   BSI Jajaki Kerja Sama dengan Dubai Islamic Bank

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, periode ini ada peningkatan sekitar 30 persen. Ini peningkatan investasi yang cukup tajam,” kata Shandra Tobondo.

Dia mengatakan, peningkatan realisasi investasi tersebut terjadi pada triwulan II-2016 mencapai Rp5,3 triliun. Sedangkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp2,1 triliun.

Shandra mengatakan angka tersebut sekaligus mengantarkan Sulawesi Tengah sebagai pemecah rekor tertinggi realisasi investasi di kawasan timur Indonesia.

Realisasi tersebut masing-masing bersumber dari penanaman modal asing sebesar Rp4,6 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp689,5 miliar.

Shandra menambahkan, realisasi investasi tersebut terjadi di lima besar kabupaten di Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Morowali Rp8,8 triliun, di Morowali Utara Rp840 miliar, Kabupaten Poso Rp239 miliar, Kabupaten Banggai Rp210 miliar dan Kota Palu sebesar Rp55 miliar.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

“Masih didominasi sektor industri pertambangan, logam dasar, mesin dan elektronik,” katanya.

Dia mengatakan walaupun realisasi tertinggi masih diraih sektor pertambangan tersebut, tetapi sektor lainnya seperti transportasi, gudang, telekomunikasi, tanaman pangan dan perkebunan perlahan-lahan mulai dilirik investor.

Dia mencontohkan realisasi investasi bidang usaha tanaman pangan dan perkebunan oleh PT. Agrodeco Dutakarsa telah merealisasikan investasinya pada Semester I-2016 sebesar Rp27 miliar sehingga total investasi perusahaan di Kabupaten Banggai Kepulauan itu telah mencapai Rp30 miliar dari rencana sebesar Rp480 miliar.

Shandra mengatakan perusahaan tersebut merupakan perusahaan tertinggi realisasi investasinya di bidang usaha tanaman pangan dan perkebunan.

“Masih ada beberapa perusahaan lain, yang nilai investasinya juga menggembirakan,” katanya.ANT

Komentar

News Feed