oleh

Dahsyatnya Kartu Telkomsel 4G

-Ekonomi-228 views

Tak banyak yang tahu jika di awal beroperasinya tahun 1995, Telkomsel hanya memiliki 149 Base Transceiver Station (BTS) dengan melayani ‘hanya’ 26 ribu pelanggan. Namun seiring berjalannya waktu, Telkomsel kini menjadi operator seluler nomor 6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pelanggan.

OLEH: APRISAL

Telkomsel yang merupakan pemimpin pasar industri telekomunikasi di Indonesia kini dipercaya melayani lebih dari 152 juta pelanggan pada tahun 2016.

Kepercayaan pasar dari tahun ke tahun itu terus menunjukkan peningkatan fantastis.

Raihan fantastis itu tentu saja dicapai berkat perjuangan dan kerja keras dari seluruh awak Telkomsel.

Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi seluler di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta pengembangan jaringan Long Term Evolution (LTE).

Sejak peluncurannya di akhir tahun 2014, layanan Telkomsel 4G LTE terus diadopsi oleh masyarakat digital.

Sejak itu, berbagai contact point Telkomsel seperti GraPARI dan call centre mengalami kenaikan hingga lebih dari 20% dalam hal permintaan pelanggan mengenai layanan Telkomsel 4G LTE.

Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mendapatkan layanan data yang lebih cepat dan dapat diandalkan.

Saat ini layanan Telkomsel 4G LTE dipercaya oleh lebih dari 5 juta pelanggan yang sekaligus menjadikannya komunitas 4G LTE terbesar di Indonesia.

Adapun layanan 4G LTE di Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah sudah resmi beroperasi sejak akhir April 2016.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

Peluncuran 4G yang dipusatkan di Palu Grand Mall pada Sabtu malam itu dilakukan Wali Kota Palu Hidayat didampingi General Manager Sales Regional

Sulawesi Cheppy Djakaria, dan mantan Branch Manager Telkomsel Palu, Eko Wahyudi.

Dalam kesempatan itu, General Manager Sales Regional Sulawesi Cheppy Djakaria mengatakan, melalui layanan 4G dengan akses data super cepat hingga 36 Mbps ini mampu memberikan experience bagi warga Palu, khususnya pelanggan Telkomsel dalam menikmati gaya hidup digital, rich content lewat akses streaming video online, game online dan sebagainya.

Sejauh ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 4.500 eNode B (BTS 4G) di berbagai wilayah di Indonesia  yang kini sudah dilayani Telkomsel 4G LTE dan dapat menikmati pengalaman digital mobile lifestyle.

Dia mengatakan, pihaknya konsisten untuk menghadirkan layanan 4G LTE yang terbesar dan terluas dengan kualitas yang sesuai harapan pelanggan.

Berbagai upaya peningkatan kualitas terus dilakukan, termasuk memperluas ketersediaan layanan, di mana kini Telkomsel 4G LTE sudah bisa dinikmati di lebih dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk Kota Palu.

Cheppy menekankan, bahwa Telkomsel serius membangun layanan 4G LTE di Indonesia guna memberikan pengalaman mobile digital lifestyle terbaik bagi pelanggan.

Saat ini pun pelanggan 4G di jaringan Telkomsel telah mencapai angka 5 juta, dan diharapkan hingga akhir tahun 2016 Telkomsel dapat melayani 12 juta pelanggan 4G LTE.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

“Dalam menggelar jaringan 4G, kami selalu memastikan bahwa layanan ini dapat dinikmati sekitar 80 persen dari wilayah digelarnya jaringan, sehingga konektivitas pelanggan dengan layanan Telkomsel 4G LTE tetap terjaga pada saat beraktivitas baik di lokasi indoor maupun outdoor,” jelas Cheppy.

Bahkan ketika tidak memperoleh sinyal 4G, pelanggan tetap dapat nyaman Internet-an dengan layanan 3G Telkomsel yang handal.

Sementara itu, Branch Manager Telkomsel Palu, Surya Rachman mengatakan, selain soal kecepatan, layanan 4G LTE juga memiliki cakupan jaringan terluas, simple dan mudah dalam penggunaan, dan memiliki beragam konten atau aplikasi berkualitas.

Faktor-faktor ini akan memberikan pelanggan yang beralih ke layanan Telkomsel  4G LTE untuk dapat merasakan pengalaman terbaik mobile broadband dan digital lifestyle.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah pelanggan Telkomsel di Sulawesi Tengah, termasuk wilayah Pasang Kayu, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat telah mencapai lebih dari 2 juta pelanggan, baik itu pelanggan 2G, 3G maupun 4G.

Dari jumlah itu, 80 ribu diantaranya sudah merupakan pelanggan kartu 4G dengan menggunakan smartphone 4G.

“Untuk Kota Palu saja jumlah pelanggan 4G sudah mencapai angka 10 ribu,” kata Surya.

Angka tersebut kata Surya, merupakan jumlah pelanggan terbesar pelanggan 4G di area Sulawesi setelah Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kota Manado, Sulawesi Utara.

Jumlah ini menurutnya dipastikan terus bertambah.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

Adapun jumlah pelanggan layanan data, baik itu pengguna 3G maupun 4G sudah melebihi angka 900 ribu pelanggan.

“Kami berharap target pengguna layanan data hingga akhir tahun 2016 bisa tercapai 50%,” ujar orang pertama di GraPARI Telkomsel Palu itu.

Tingginya pengguna layanan data di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah dan Pasang Kayu lebih banyak didasari oleh faktor gaya hidup.

Dia menjelaskan, dulu kalau mau beli tiket pesawat dan transfer uang harus datang ke travel atau bank, tetapi sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi.

“Cukup lewat handphone atau smartphone semuanya itu bisa dilakukan, tetapi tentunya harus menggunakan layanan data atau internet,” tuturnya.

Asriani (33), salah satu pelanggan 4G Telkomsel di Kota Palu punya pendapat lain dari manfaat menggunakan kartu 4G LTE.

Dia mengaku merasakan sensasi dan dahsyatnya kecepatan internet yang tinggi.

Jika selama ini dirinya merasakan jaringan internet 3G yang kurang maksimal, maka sekarang sudah bisa menikmati kecepatan internet pada jaringan 4G.

“Manfaat kartu 4G ini sungguh besar,” katanya.

Apalagi disaat dirinya menikmati waktu senggang dan ingin menonton streaming di smartphonenya, jaringannya tidak lagi putus-putus.

“Saya sudah tidak frustasi lagi hanya karena jaringan internet. Setelah saya pakai, ternyata jaringan 4G Telkomsel dahsyat,” tutur mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palu itu menutup pembicaraan. ***

Komentar

News Feed