oleh

Pecandu Narkoba tak Perlu Takut Direhab

SULTENG POST- BalaiRehabilitas  BNN  sebenarnya sangat nyaman dan tidak seperti penjara. Tapi mengap abanyak penyalahgunanarkob ayang takut direhab?

Itulahsatu di antarabanyak pertanyaan yang diajukan para peserta dalam kegiatan Raker Informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar Seksi P2M BNN yang dilaksanakan di salahsatu hotel di kotaPalu, beberapa hari lalu.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala SeksiP2M TamrinB, Kepala BNNK Palu AKBP Sahididan Praktisi Pendidikan AsepMahfudz. Mereka memberikan informasi sertapemahaman mengenaikerjasama yang dapat dilakukan antara pihak swasta dalam mendukung program pemerintah dalam hal P4GN di Kota Palu.

Menurut AsepMahfudz, padakenyataannya memang banyak pecandu yang takut direhabilitasi, karenatidak memiliki informasi yang cukup tentang bala irehabilitasi tersebut.

Diamengatakan, hingga saat ini sebagian masyarakat masih beranggapan balai rehabilitasi sama dengan penjara.

“Padahal balai rehabilitasi itu sangat nyaman bagi para pecandu. Di sana mereka akan mendapat penanganan medis sehingga bisa lepas dari ketergantungan Narkoba. Bahkan residen juga diberikan pelatihan keahlian agar siap kembali terjun kemasyarakat,” ujar dia.

Di sisilain, Sahidi mengatakan modus peredaran narkoba belakangan ini semakin canggih. Bahkan banyak jenis narkoba baru yang bermunculan dan belum tercantum dalam lampiranUndang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba.

Karena itu, kata dia para peserta hendaknya waspada agar terhindar dar ipenyalahgunaannarkoba. Karyawan jelas dia merupakan salah satusasaran empuk para bandar dan pengedar karena disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung.

Faktor-faktor tersebut antara lain tekanan kerja yang tinggi,masalah rumahtangga/keluarga,pengaruh temankerja, ingin tampil gaul dan keren.

“Narkoba sama sekali tidak menyelesaikan masalah, itu pandangan yang salah. Justru Narkoba hanya akan membuat seseorang semakin terpuruk ditanda dengan menurunnya konsentrasi, memburuknya hubungan dengankeluarga dan teman, bahkan bisa terinfeksi penyakit menular, dan tindak kriminal,” ungkap dia.

Kasie  P2M BNNK  PaluDrs.Tamrin.B berharap, para peserta raker bisa memiliki daya tangkal dan ketegasan dalam menolak penyalahgunaan Narkoba. “Pengetahuan baru yang didapat peserta raker hari ini mudah-mudahan bisa dibagikan kerekan sesama karyawan maupun lingkungan masing-masing,” ujarnya. HMS

Komentar

News Feed