oleh

“Sampaikan Rindumu Lewat Telkomsel”

-Ekonomi-113 views

RABU (15/6/2016) sore itu, di sebuah rumah sederhana berdindingkan papan di Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, seorang lelaki tua mondar-mandir, gelisah tak menentu di depan kamar tidurnya seperti sedang menantikan sesuatu.

OLEH: APRISAL

Ya, kakek itu sedang diselimuti rasa ketakutan karena sedang menanti putrinya yang menjalani proses persalinan.

Ibarat suami, sang kakek itu pun takut bercampur gelisah, menikmati momen seru nan menegangkan tersebut.

Si kakek khawatir akan keselamatan putrinya dan si bayi.

Di dalam kamar tidur itu, seorang perempuan muda terbaring lemah, meringis kesakitan, menahan perihnya melahirkan.

Sambil memegang bantal sekuat tenaga, dia mengejan mengikuti perintah dari bidan desa yang membantunya melahirkan.

Di sampingnya, seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu kandungnya sesekali mengelap keringat yang mengucur di wajah putrinya.

Tak kurang dari sejam, tangisan si bayi pun akhirnya memecah kesunyian menandakan telah lahir dengan selamat.

Kegelisahan sang kakek seketika berubah menjadi senyuman dan kebahagiaan tatkala mendengar tangisan si bayi mungil yang baru lahir dari perut putrinya, Titik Indarwati (28).

“Asslm, Alhamdulillah tepatnya jam 16.25 telah lahir cucu ketiga,” begitu pesan singkat atau SMS yang dikirim Ramelan, lelaki tua itu kepada menantunya yang berada di Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga :   Cara Mandiri Syariah Prioritaskan Kebutuhan Nasabah

Pesan singkat yang dikirim kepada menantunya itu tidak lain mengabarkan bahwa cucunya telah lahir dalam kondisi sehat dan selamat.

Jarak dari Desa Tolisu, Kabupaten Banggai menuju Kota Palu bila ditempuh dengan perjalanan darat lumayan jauh, yakni sekitar 710-an kilometer atau memakan waktu hampir 23 jam lamanya.

Tetapi jarak ratusan kilometer ataupun lamanya perjalanan seakan begitu singkat dan dekat karena kehadiran sebuah benda elektronik kecil bernama handphone atau smartphone.

Dulu atau beberapa puluh tahun yang lalu, manusia perlu berjuang keras menempuh ratusan kilometer hanya untuk bisa sekadar bertemu dan berbincang dengan keluarganya.

Namun kini, berkat kehadiran handphone atau smartphone sudah membuat jarak seperti tidak ada.

Ibarat dua sisi mata uang, kehadiran smartphone tidaklah berarti tanpa kartu seluler yang hebat.

Hebat dalam artian kualitas jaringan oke dan menjangkau seluruh wilayah di Tanah Air, termasuk soal kemudahan akses internet unlimited tercepat.

Semua syarat itu hanya bisa dipenuhi oleh Telkomsel.

Ramelan, si kakek yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini mengaku sudah bertahun-tahun menggunakan kartu As Telkomsel dengan nomor 0853 3000 2424.

Lewat jaringan Telkomsel, Ramelan mengaku begitu nyaman berkomunikasi, baik itu telepon maupun SMS.

Baca Juga :   Meningkatkan Saldo BritAma Bisa Menang Toyota Alphard

“Tak mau ganti kartu lain,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Titik, sang ibu bayi.

Menurutnya, kelahiran seorang anak merupakan salah satu momen berharga dalam hidup berumah tangga dan tentunya melengkapi kebahagiaan sebuah pernikahan.

Untuk itu kata dia, momen berharga tersebut tak bisa dilewatkan begitu saja.

Momen kelahiran bayi perempuan yang kemudian diberi nama Alifa Azkadina itu lalu diabadikan melalui kamera foto dan video yang ada di smartphonenya.

Nyaris tiap hari sang istri berkomunikasi dengan suaminya di Kota Palu, saling memberi kabar.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi telekomunikasi kini membuat semuanya bisa terjadi.

Tak cukup dengan suara, si perempuan muda itu sesekali mengirim beberapa fotonya dan si bayi mungil di kampung melalui aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) kepada suaminya di kota untuk menghapus kerinduan.

Suami yang sudah beberapa bulan tidak ditemuinya karena kesibukan pekerjaan di kota, seolah bisa hadir kembali dalam sekejap.

Ramelan dan Titik merupakan dua dari ratusan juta pelanggan Telkomsel di Indonesia yang merasakan begitu besarnya manfaat berkomunikasi dan berinternet lewat Telkomsel.

“Pokoknya sampaikan saja rindumu lewat Telkomsel,” kata Titik.

Baca Juga :   OJK Bagikan 500 Paket Sembako di Moutong

Kerinduan istri di pelosok desa terhadap suaminya di kota tersampaikan dengan cepat dan mudah berkat kehadiran serta dukungan jaringan kuat Telkomsel.

Sebagai salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air, khususnya di Sulawesi Tengah (Sulteng), pihak Telkomsel terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dan tercepat bagi pelanggannya.

Berdasarkan data dari GraPARI Palu, hingga medio Agustus 2016, Telkomsel saat ini telah melayani masyarakat dari kota hingga pelosok desa sebanyak lebih dari 2 juta pelanggan dari total penduduk Sulteng yang hampir 3 juta orang.

Branch Manager Telkomsel Palu, Surya Rachman mengatakan, selama ini di Sulteng, Telkomsel telah membangun sebanyak 2.995 base transceiver station (BTS) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Dia menyebutkan, BTS 2G yang saat ini sudah beroperasi di Sulteng sudah kurang lebih 1.400, BTS 3G sekitar 1.500, dan BTS 4G sebanyak 95 BTS.

Bahkan kata dia, dalam waktu dekat, BTS 4G akan ditambahkan lagi di 10 titik di wilayah Kota Palu.

“Semuanya itu kita lakukan demi kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi dan berinternet ria,” kata Surya Rachman, yang baru beberapa pekan menjabat Branc Manager Telkomsel Palu menggantikan Eko Wahyudi yang dipromosi ke Banjarmasin dengan jabatan sama. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed