oleh

Layanan PDAM Palu Kembali Normal

-Kota Palu-286 views

SULTENG POST- Setelah tiga bulan pelayanan air di Kota Palu tidak normal akibat rusaknya 72 pipa di sumber mata air Poboya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palu memastikan mulai bulan ini pelayanan air bersih kepada pelanggan kembali normal.

Direktur PDAM Palu, Isran A Umar SE Mpd kepada Sulteng Post, Senin (17/11) mengatakan kerusakan pipa tersebut sangat berdampak bukan hanya bagi pelanggan tapi pihak manajemen PDAM. Karena menurutnya selama tiga bulan, pihaknya kesulitan untuk melakukan penagihan.

Kumala Digifest

“Pada saat itu manajemen terganggu, petugas ingin menagih uang iuran, air tidak jalan, masyarakat ingin air jalan sementara dana untuk memperbaiki pipa tersebut berasal dari uang iuran itu, mau dikasih air tapi tidak ada uang untuk pembayaran, sementara untuk melakukan perbaikan pipa itu mesti harus ada uang,” jelasnya.

Baca Juga :   Buaya Masuk Pelataran PGM

Dalam kondisi tersebut, Isran mengaku terus berupaya mengatasi persoalan yang terjadi dilapangan agar pelanggan bisa secepatnya kembali mendapatkan pelayanan air bersih.

“Alhamdulillah, melalui bantuan Pemerintah Kota Palu, provinsi dan pusat hal tersebut dapat teratasi. Walaupun air lancar PDAM juga belum bisa melakukan penagihan pada pelanggan, baru sekitar 1 bulan lalu baru turun ke lapangan melakukan penagihan,” katanya.

Selain itu, Isran mengatakan saat ini PDAM Kota Palu memiliki beberapa sumbr mata air yang mampu melayani 4.000 pelanggan, seperti sumber air dari Vatutela yang mampu mengeluarakan air 10 liter per detik, sumber air Poboya 1 dengan 10 liter per detik dan poboya 2 yang mampu mengeluarkan air 20 liter per detik serta sumber air dari Kawatuna 10 liter perdetik. Sehingga total keseluruhan dalam setiap detiknya empat sumber air tersebut mampu mengeluarkan 50 liter untuk 4000 pelanggan.

Baca Juga :   Pekan Ini, Alfamidi ‘PHP-in dan HAP’ Masyarakat Sulteng

Menurutnya, untuk sumber air dari kawatuna masih bersifat uji coba. Untuk itu bagi pelanggan yang tinggal didaerah seperti Lagarutu, Tondo hanya bisa mendapatkan air dua kali dalam seminggu, sementara bagi warga yang tinggal daerah tinggi seperti Perumahan Dosen dan Bumi Roviga harus bersabar, karena pelayanan air hanya satu kali dalam seminggu.

“Kemarin sumber air dikawatuna itu sudah dicoba namun airnya kecil, tapi kita telah melakukan perbaikan-perbaikan, tinggal dilihat empat hari kedepan, jika jalannya air normal maka yang berada diwilayah kota palu ini sudah akan terlayani penyediaan air perhari tapi belum 24 jam,” jelasnya. RUSLI

Komentar

News Feed