oleh

TOLAK SE BUPATI Pedagang Alun-alun Datangi DPRD Parmout

SULTENG POST- Sejumlah pedagang kafe yang berjualan di alun-alun kantor Bupati Parigi Moutong (Parmout) mendatangi DPRD setempat untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan mereka terhadap Surat Edaran (SE) Bupati Parmout.

Pasalnya, dalam surat tersebut Pemkab Parmout berencana menutup aktivitas dagang di alun-alun. Sebab, berdasarkan isu ada praktik dagang minuman keras dan transaksi narkoba yang, cukup meresahkan warga sekitar, sehingga penutupan kafe dianggap perlu oleh Pemkab Parmout.

Kumala Digifest

Harun, perwakilan pedagang membantah apa yang diisukan selama ini.
Sebab, kafe alun-alun telah mengikuti semua aturan yang telah dibahas dan disepakati bersama dengan Pemkab Parmout.

“Kami sudah pernah bicarakan dengan dinas terkait mengenai adanya isu tersebut. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, kami diminta untuk tidak menggunakan lagi lampu remang-remang, tidak menjual miras dan membatasi aktivitas dagang hingga pukul 23.00 WITA,” ujarnya di hadapan anggota Komisi IV DPRD Parmout, Senin (17/11).

Baca Juga :   Puluhan Guru dan Kepsek Ikut Seleksi Substansi Cawas Sekolah

Untuk itu kata dia, pihak pedagang merasa keberatan SE bupati terkait rencana penutupan kafe dan karaoke di alun-alun.
Karena, telah mengikuti aturan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV Umi Isna Wangsih mengatakan, lembaga legislatif akan mengawal aspirasi mereka dengan mencoba melakukan memediasi atau pertemuan dengan SKPD terkait.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV, Suyadi. Dia menambahkan, kafe alun-alun yang pada awalnya bertujuan sebagai tempat wisata kuliner, kini berdasarkan amatannya beralih fungsi menjadi tempat karaoke, sehingga pihak pedagang perlu kembali ke fungsi awal kafe alun-alun agar dapat sepemahaman dengan Pemkab Parmout.

Namun dia menyarankan, jika memang akan dialihfungsikan, maka pihak pedagang perlu memenuhi prosedur pembukaan kafe.
Tetapi, bila memang akan kembali ke fungsi awal maka pedagang diminta konsisten dengan aturan yang ada.

Baca Juga :   Puluhan Guru dan Kepsek Ikut Seleksi Substansi Cawas Sekolah

“Jika memang mau tetap bertahan menjadi tempat karaoke, maka ada prosedur yang harus diikutin lagi, dan perlu persetujuan lagi dengan pemda karena akan mengalihfungsikan dari tujuan awal sebagai tempat wisata kuliner,” ujar Suyadi kepada sejumlah pedagang.

Rapat yang digelar di ruang aspirasi gedung DPRD Parmout tersebut berlangsung sekitar satu jam dan berjalan tertib. OPPIE

Komentar

News Feed