oleh

Sulteng Dapat Pasokan Beras 2.000 Ton

-Kota Palu-128 views

SULTENG POST- Sulawesi Tengah mendapat pasokan beras dari Sulawesi Tenggara sebanyak 2.000 ton untuk mengamankan stok beras di provinsi ini, kata Kepala Perum Bulog setempat, Mar’uf.

“Sekarang ini beras sebanyak itu sedang dibongkar di Pelabuhan Pantoloan, sekitar 23 km bagian utara Kota Palu,” katanya, belum lama ini.

Kumala Digifest

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan kebijakan Bulog pusat guna mengamankan stok beras yang ada di Bulog Sulteng karena pengadaan minim.

Beberapa waktu lalu, Bulog Sulteng juga mendapat pasokan beras dari Sultra ssebanyak 4.000 ton dan sebagian besar sudah didistribusikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di beberapa kabupaten dan kota di provinsi ini.

Baca Juga :   Gubernur Ajak Meniru Kepribadian Rasulullah SAW

Untuk sementara ini, kata Mar’uf, beras yang sementara dibongkar di Pelabuhan Pantoloan akan didistribusikan ke gudang beras Tondo, Kecamatan Palu Utara.

Dia mengaku hingga kini realisasi pengadaan beras di sentra-sentra produksi di Sulteng masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan penyaluran.

“Kita sekarang baru membeli sekitar 18 ribu ton. Sedangkan kebutuhan selama setahun untuk penyaluran raskin mencapai 36 ribu ton,” katanya.

Guna memenuhi kekurangan stok tersebut, makanya Bulog pusat menginstruksikan daerah-daerah yang surplus stok karena realisasi pengadaan besar untuk membantu mengirimkan sebagian hasil pembelian ke Bulog lain yang defisit pengadaan, termasuk Sulteng.

Kebetulan pengadaan beras di Sulteng cukup besar sehingga bisa mengirim beras ke Sulteng. “Langkah ini sudah sering dilakukan Bulog saat ada daerah yang mengalami defisit stok langsung ditopang Bulog daerah lain yang memang persediaan beras di gudang besar,” ujar Mar’uf.

Baca Juga :   Seminar Demokrasi KPU Palu Bahas Soal Integritas

Mar’uf mengatakan minimnya pengadaan beras di Sulteng pada musim panen (MP) 2014 ini karena tingginya harga beras di tingkat petani.

Sekarang ini harga beras di tingkat petani mencapai Rp7.300,00/kg. Sementara Bulog membeli beras petani sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah. Harga pembelian pemerintah untuk beras ditetapkan Rp6.600,00/kg.

Menurut dia, selisih harga cukup mencolok sehingga Bulog sangat sulit bisa bersaing dengan pedagang membeli beras produksi petani, meski sekarang ini sedang berlangsung panen raya di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulteng. ANT

Komentar

News Feed