oleh

Siswa SMPN 3 Palu, Raih Peringkat Empat Tenis Meja Nasional

-Olahraga-145 views

SULTENG POST – Siswa SMPN 3 Palu bernama Mohammad Rifki Maskur belum lama ini berhasil meraih peringkat Empat Tenis Meja Tingkat Nasional pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP.

Prestasi tersebut sangat membanggakan karena bisa lolos empat besar di tingkat nasional, apalagi Rifki merupakan satu-satunya atlet tenis meja tingkat SMP di Kota Palu yang mewakili Sulteng di ajang nasional. Walaupun hanya peringkat empat, tetapi prestasi tersebut sangat membanggakan karena pertandingan itu diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh daerah di Indonesia.

Mohammad Rifki Maskur mengatakan sangat bangga karena bisa meraih peringkat empat pada pertandingan Tenis Meja Tingkat Nasional.

“Sebelumnya saya tidak menyangka bisa tembus empat besar dalam pertandingan tersebut. Sebab proses pelatihan mereka sangat berbeda dengan kami. Selain itu mereka juga merupakan atlet yang sudah sering meraih berbagai prestasi ditingkat nasional maupun internasional. Tetapi dengan kerja keras dan persiapan yang baik saya berhasil meraih peringkat empat,” kata Rifki, Senin (8/8/2016).

Menurutnya wajar jika kebanyakan atlet dari Sulteng tidak bisa meraih prestasi ditingkat Nasional, karena proses pelatihannya sangat berbeda dengan atlet dari daerah lainnya. Apalagi atlet dari Jakarta. Proses latihan mereka dilakukan secara rutin dan padat, selain itu mereka juga dibebaskan dengan proses pembelajaran di sekolah. Jadi saat mereka hanya fokus untuk latihan persiapan mengikuti pelatihan ditingkat Nasional.

“Berbeda dengan atlet yang berasal dari Sulteng yang harus mencari waktu untuk latihan, karena mereka juga masih dituntut untuk  mengikuti pendidikan di sekolah. Padahal waktu pertandingan tidak lama lagi. Seharusnya para atlet yang lolos ditingkat Nasional harus mendapatkan pelatihan secara intensif dan diberikan izin untuk tidak lagi mengikuti pendidikan di sekolah agar bisa fokus menghadapi pertandingan di tingkat Nasional,” terangnya.

Ia menambahkan main tenis meja berbeda dengan pertandingan lainnya karena jika tidak rutin mengikuti pelatihan setiap hari maka tidak bisa mendapatkan permainan yang baik. Sementara di Sulteng proses pelatihannya hanya tiga hingga empat kali dalam seminggu mengikuti pelatihan. Sehingga jauh dari harapan untuk bisa meraih prestasi ditingkat nasional seperti yang diharpakan oleh sekolah maupun pemerintah. ENG

Komentar

News Feed