oleh

DANREM 132/TADULAKO Sosialisasikan Proxy War ke Prajurit

-TNI/Polri-113 views

SULTENG POST- Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Ilyas Alamsyah memberikan sosialisasi tentang Proxy War kepada anggota militer dan PNS jajaran Korem 132/Tadulako, Senin (17/11) pukul 08.00 WITA yang dihadiri Kasrem, para Kasi, para Dan/Ka Satdisjan Korem, para perwira bintara, tamtama dan PNS jajaran Korem 132/Tadulako.

Antusias dan atensi yang luar biasa dari para anggota militer dan PNS jajaran Korem 132/Tadulako dalam menyimak dan mengikuti hingga menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Danrem 132/Tadulako tentang materi sosialisasi Proxy War tersebut.

Kumala Digifest

“Perang proxy merupakan konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti. Hal ini untuk mengurangi konfrontasi secara langsung dengan alasan untuk mengurangi risiko konflik yang berakibat pada kehancuran fatal,” kata Danrem Ilyas Alamsyah.

Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa non state actors yang dapat berupa LSM, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan.

Melalui perang proxy ini, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh.

Dia mengatakan, para anggota harus mengetahui bahwa perang yang harus diwaspadai saat ini adalah bukanlah perang secara fisik, tapi justru perang dua kekuatan besar yang tidak saling berhadapan, namun menggunakan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh.

“Perang ini dikenal dengan nama Proxy War,” katanya.
Adapun ancaman nyata bangsa Indonesia kedepan adalah pertama, lebih dari 70% konflik dunia karena latar belakang energi, kedua, pertumbuhan penduduk dunia, ketiga, energi, pangan dan air semakin langka, keempat, penduduk dunia dan kelangkaan enegi fosil.

Selanjutnya kelima, kesuburan Indonesia memiliki potensi vegetasi (cocok tanam) sepanjang tahun, keenam, semua negara ingin menguasai sumber daya alam Indonesia.

“Indikasi adanya proxy war di Indonesia sudah semakin nyata. Misalnya peredaran narkoba kepada pelajar dan pemuda, serta hubungan seks bebas dikalangan remaja, ini membuktikan generasi muda sudah mulai terpengaruh budaya luar,” katanya.

Danrem berpesan kepada para prajurit sebagai ujung tombak negara ini yang harus dilakukan untuk mencegah proxy war adalah pelihara momentum HUT TNI yang telah dilaksanakan, sebarkan tentang ancaman nyata ini kepada sekolah/kampus, masyarakat, LSM, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat serta aparat teritorial harus merangkul generasi muda di wilayahnya masing-masing dan yang terakhir jaga terus kemanunggalan antara TNI dan rakyat. */ICHAL

Komentar

News Feed