oleh

Kejurnas Paralayang Di Sigi, Ukur Kemampuan Atlet Sulteng

-Olahraga-181 views

SULTENG POST – Pelatih cabang paralayang Sulawesi Tengah, Bahar Umar mengatakan Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung di Pegunungan Matantimali, Kabupaten Sigi 13-20 Agustus 2016 merupakan ajang untuk mengukur sejauh mana kemampuan para atlet tuan rumah yang dipersiapkan berlaga di PON XIX Jabar September mendatang.

“Semua atlet yang lolos ke PON akan bertarung membela Sulteng di Kejurnas berskala internasional itu,” katanya, Kamis (4/8/2016).

Bahar mengatakan ada delapan atlet yang akan ikut bersaing bersama para atlet nasional dan internasional di langit Kota Palu dan Kabupaten Sigi dalam ajang olahraga dirgantara tersebut.

Menurut dia, Kejurnas ini sekaligus untuk mengetahui kemampuan atlet Sulteng yang dipersiapkan mengikuti PON XIX di Jabar.

Karena itu, iven tersebut sangat penting bagi atlet guna meningkatkan prestasi mereka sebelum berlaga untuk meraih medali di PON kali ini.

Dua kali pelaksanaan PON terakhir, cabang paralayang absen karena tidak lolos prakuliafikasi.

Cabang paralayang baru berhasil meraih tiket pada PON XIX di Jabar.

“Kita sangat berharap di Kejurnas kali ini, dimana Sulteng tuan rumah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh atlet kita untuk mencatat prestasi terbaik,” kata Bahar.

Apalagi, kata dia, atlet Sulteng sudah bisa bersaing dari segi peralatan terbang tidak kalah dengan atlet lainnya.

Sekarang tinggal tergantung pada atlet masing-masing untuk dapat meraih prestasi di kandang sendiri. “Kita berharap atlet Sulteng bisa menguasai alam Pegunungan Matantimali,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekretariat dan Humas KONI Sulteng Edison Ardiles. Ia mengatakan  KONI sangat berharap para atlet daerahnya bisa tampil maksimal mengukir prestasi pada ajang olahraga paralayang bertaraf internasional tersebut.

“Ini kesempatan emas bagi-atlet kita untuk mengharumkan daerah pada ajang internasional itu,” kata di Kota Palu, Kamis.

Ia mengatakan ajang tersebut rencananya diikuti banyak atlet dari berbagai negara di dunia dan juga atlet nasional dari daerah, termasuk tuan rumah Sulteng.

Menurut dia, peluang atlet Sulteng untuk mengukir prestasi pada kegiatan olahraga dirgantara yang diselenggarakan di Pegunungan Matantimali cukup besar karena berlaga di daerahnya sendiri.

Kondisi cuaca dan tiupan angin sudah dikuasai para atlet tuan rumah dibandingkan atlet lainnya.

Namun demikian, kata Edison dibutuhkan nyali yang besar untuk menaklukan pergerakan angin diatas atmosfir langit Pegunungan Matantimali yang terbilang sangat ekstrem dibandingkan di daerah lainnya di Tanah Air.

Selain sukses prestasi, juga tentu yang sangat kita harapkan adalah menjadi tuan rumah penyelenggara iven olahraga yang baik dan berhasil.

Kesuksesan dan keberhasilan tentu dapat diraih, jika ada dujungan dari semua pihak baik pemerintah daerah dan masyarakat.

Sementara Sekretaris Pengda FASI Sulteng, Asgaf mengatakan iven tersebut juga sekaligus Kejurnas Paralayang dimana akan hadir para atlet nasional dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperbaiki peringkat nasional.

Juga diramaikan puluhan atlet paralayang dari 14 negara sesuai yang terdaftar pada panitia pelaksana.

Lokasi pelaksanaannya terletak di Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut (Mdpl).

Hingga kini sudah tercatat 120 atlet dari dalam maupun luar negeri yang dipastikan ikut berlaga di ajang olahraga paralayang.

Negara-negara yang telah memberikan konfirmasi untuk ikut berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut antar lain Jepang, Inggris, Nepal, Swiss, Perancis, Singapura, India, Vietnam, Rusia, Jerman, Korea Selatan dan Indonesia.

Lokasi penyelenggara Kejurnas Paralayang berlangsung di Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi pada ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut. ANT

Komentar

News Feed