oleh

Juni, Impor Sulteng Capai 124,22 Juta Dolar

-Ekonomi-106 views

SULTENG POST- Total impor Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) selama Juni 2016 senilai US$ 124,22 juta, naik senilai US$ 32,74 juta atau 35,79 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi Muhammad Wahyu, pada Konfrensi Pers beberapa hari yang lalu, Senin (1/8/2016) di Kantor BPS Sulteng.

Dikatakannya, selama Januari sampai dengan Juni 2016, terjadi peningkatan US$ 220,62 juta atau sebesar 130,41 persen menjadi US$ 389,80 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kalau dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, maka Provinsi Sulawesi Tengah mengalami surplus senilai US$ 20,95 juta selama Juni 2016 dan US$ 242,53 juta selama Januari sampai dengan Juni 2016.

Lanjut Muh. Wahyu, Impor menurut komoditas yang terjadi selama Juni 2016 di Sulteng, lebih didominasi oleh kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik yang berkisar senilai US$ 73,43 juta (59,11 persen), dan disusul mesin/peralatan listrik yang senilai US$ 16,00 juta (12,88 persen), serta disusul oleh bahan bakar mineral dengan nilai US$ 13,47 juta (10,84 persen). Jadi selama Januari sampai dengan Juni 2016, komoditas yang mendominasi impor Sulawesi Tengah yaitu mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 185,02 juta (47,47 persen) dan mesin atau peralatan listrik senilai US$ 105,53 juta (27,07 persen), dimana selama enam bulan tersebut terdapat sepuluh komoditi yang berkembang pada Januari sampai dengan Juni diantaranya:

Baca Juga :   OJK Ajak Jurnalis Sulteng Berpartisipasi Lomba Menulis
  1. Garam, belerang, kapur
  2. Bahan bakar mineral
  3. Berbagai produk kimia
  4. Karet dan barang dari karet
  5. Benda-benda dari besi dan baja
  6. Mesin dan pesawat mekanik
  7. Mesin/peralatan listrik
  8. Kendaraan dan bagiannya
  9. Perangkat optik
  10. Perabot, penerangan rumah

Sementara itu, impor menurut negara asal yang masuk ke Indonesia selama Juni 2016 didominasi dari negara Tiongkok sebagai mitra dagang utama Sulteng yaitu senilai US$ 105,61 juta atau 85,02 persen dari total nilai impor Sulawesi Tengah, sehingga data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng selama Januari sampai dengan Juni 2016, mencatat impor yang berasal dari Tiongkok senilai US$ 352,05 juta (90,32 persen), Singapura senilai US$ 6,75 juta (1,73 persen), Hongkong senilai US$ 6,60 juta (1,69 persen), Australia senilai US$ 5,28 juta (1,35 persen), dan Korea Selatan senilai US$ 3,65 juta (0,94 persen), serta negara lainnya senilai US$ 9,91 juta (2,54 persen)

Baca Juga :   OJK Bagikan 500 Paket Sembako di Moutong

“Total sepuluh negara  yang melakukan impor di Sulteng diantaranya, Hongkong, Korea Selatan, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, Australia, Jerman, Belgia, dan Italia, dan negara yang mendominasi impor sejak Januari sampai dengan Juni 2016 itu didominasi oleh negara Tiongkok sebagai mitra dagang utama Sulteng,” Kata

Lanjutnya, sedangkan impor menurut pelabuhan bongkar di Sulawesi Tengah selama Juni 2016 didominasi oleh Kabupaten Poso senilai US$ 121,07 juta dan Luwuk senilai US$ 3,15 juta, sehingga selama Januari sampai dengan Juni 2016, kontribusi Poso mencapai US$ 378,04 juta (96,98 persen), diikuti oleh Luwuk Kabupaten Banggai dengan senilai US$ 6,53 juta (1,68 persen), Pelabuhan Pantoloan senilai US$ 4,57 juta (1,17 persen), dan Bandara Mutiara Sis Aljufri senilai US$ 0,66 juta (0,17 persen). YAT

Baca Juga :   Cara Mandiri Syariah Prioritaskan Kebutuhan Nasabah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed