oleh

Waspadai Perdarahan Saat Hamil

-Kesehatan-dibaca 331 kali

Oleh: dr Rizka

Pendiri Klinik Agung Palu

 

SULTENG POST – Seorang wanita yang sedang hamil harus lebih waspada dengan apa yang terjadi pada dirinya karena banyak sekali kondisi-kondisi yang mengancam pada kehamilan. Tidak sedikit juga ibu yang mengeluhkan perdarahan pada trimester atau 3 bulan pertama kehamilannya. Yang akan kita bicarakan di sini adalah perdarahan yang terjadi pada saat seorang ibu hamil muda.

Perdarahan yang terjadi saat hamil muda disebabkan oleh beberapa hal, antara lain keguguran (abortus), kehamilan di luar kandungan (Kehamilan Ektopik Terganggu), ataupun hamil anggur. Meskipun tanda dan gejala yang sama dari ketiga penyakit itu adalah perdarahan, ada gejala lain yang mesti kita ketahui tentang masing-masing kasus tersebut.

Yang akan saya bahas pada artikel kali ini adalah seputar keguguran.

Keguguran
Keguguran atau dalam bahasa medis biasa dikenal sebagai abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum anak dapat hidup di dunia luar. Ada juga definisi lain yang menyebutkan bahwa abortus adalah terancamnya atau berakhirnya kehamilan pada umur kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin < 500 gram.

Keguguran dibagi menjadi 2, keguguran spontan dan buatan.

Beberapa jenis abortus spontan

1. Abortus iminiens, yaitu perdarahan pada rahim yang bisa mengakibatkan keluarnya sedikit darah, tapi kondisi embrio tetap utuh dan aman.

2. Abortus insipiens, pada kondisi ini wanita hamil akan mengalami perdarahan yang lebih banyak dan disertai dengan rasa mulas, kondisi embrio masih utuh namun sudah mengalami pembukaan rahim.

3. Abortus inkomplet, perdarahan yang dialami akan sangat banyak dan bisa menyebabkan syok. Pada kondisi ini, embrio keluar dan masih ada sisa yang tertinggal di rahim.

Keguguran spontan sendiri sebabnya belum jelas, tapi dari beberapa literatur disebutkan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keguguran. Pertama ialah perkembangan sel telur yang abnormal secara struktur maupun genetiknya. Selanjutnya adalah kondisi ibu. Ibu harus memperhatikan dirinya sendiri seperti saat terkena demam, infeksi akut (pneumonia, tifus, dsb), penyakit-penyakit kronis (misalnya kelainan hormon), dan trauma (riwayat terbentur saat hamil). Dan yang terakhir adalah kelainan rahim seperti serviks yang inkompeten, ada tumor di rahim, atau bahkan kelainan bentuk rahim yang dibawa dari lahir.

Sedangkan abortus buatan adalah keguguran yang disengaja, bisa karena ada alasan medis ataupun tanpa alasan medis yang melanggar hukum. Tanda-tanda dari keguguran adalah perdarahan, atau bahkan keluarnya ‘sesuatu’ seperti daging. Gejala yang juga bisa ditemukan adalah nyeri yang terus-terusan, seperti orang mau melahirkan. Namun mungkin saja perdarahan tidak disertai rasa nyeri. Kalau ibu hamil sudah menemui tanda-tanda seperti itu, beberapa hal yang boleh dilakukan:

  • Baringkan ibu hamil dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
  • Istirahat hingga perdarahan berkurang.
  • Jangan melakukan aktivitas yang berat, misalnya mengangkat beban.
  • Hubungi dokter jika darah keluar cukup banyak agar segera mendapat penanganan yang tepat. ***

Komentar

News Feed