oleh

Donggala Surplus Beras 19.000 Ton

SULTENG POST – Kabupaten Donggala, sejak lama telah mencapai swasembada beras dan setiap tahun mengalami surplus 19.000 ton.

“Kami surplus produksi dan setiap tahun memberikan kontribusi bagi penyerapan beras untuk kebutuhan stok nasional,” kata Bupati Donggala Kasman Lassa, Selasa (2/8/2016).

Ia mengatakan beras produksi petani selain memenuhi konsumsi masyarakat Donggala, juga dipasarkan pedagang ke Kota Palu dan juga daerah tetangga seperti Manado dan Gorontalo.

Pemkab Donggala cukup intensif dalam menggenjot produksi beras di daerah itu dengan program percetakan sawah baru dan juga meningkatkan produktivitas gabah kering panen (GKP) guna peningkatan kesejahteraan petani.

Sejumlah faktor yang antara lain mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas gkp petani yakni benih,pupuk dan obat-obatan.

Baca Juga :   Ketahanan Keluarga Kunci Penting Wujudkan Desa Bersinar

Penggunaan benih unggul,pemupukan berimbang dan pemakaian obat-obatan harus dilakukan dengan benar sesuai petunjuk dari instansi teknis berwenang di daerah itu.

Menurut Bupati Kasman jika itu dilakukan para petani, niscaya hasil panen dan produktivitas tanaman akan meningkat.

Dalam rangka meningkatkan serta mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Donggala, Pemkab Donggala juga memberikan bantuan kendaraan sepeda motor kepada para penyuluh pertanian di daerah itu.

“Kami beri mereka kendaraan agar dapat menunjang tugas mereka di lapangan;” kata Bupati Kasman.

Bukah hanya petugas penyuluh, tetapi juga hal yang sama diberikan kepada pihak TNI dalam mendukung dan menyukseskan program pajala (padi, jagung dan kedelai).

Pemkab Donggala memberikan dua unit mobil operasional kepada Dandim Donggala untuk menyukseskan program tersebut meningkatkan produksi pajala di daerah itu. ANT

Baca Juga :   Dinsos Donggala Benahi Data Bansos

Komentar

News Feed