oleh

Juli, Inflasi di Palu 0,39 Persen

-Ekonomi-98 views

SULTENG POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menunjukkan perkembangan indeks harga konsumen / inflasi selama Juli 2016, dalam hal ini Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,39 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok pengeluaran, hal tersebut terbukti berdasarkan kenaikan indeks harga yang terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebanyak (2,68 persen), sandang (1,01 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,30 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,28 persen), kesehatan (0,25 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,14 persen), serta bahan makanan (0,07 persen).

“Pada bulan yang sama, laju inflasi tahun kalender 2016 tercatat sebesar 0,64 persen, sedangkan inflasi year on year sebesar 3,25 persen,” ucap Kepala BPS Sulteng Faizal Anwar pada jumpa pers, Senin (1/8/2016).

Lanjut Faizal, kenaikan indeks year on year yang tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga dengan sebesar 9,63 persen, sedangkan penurunan indeks terjadi pada kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan sebesar 0,09 persen, inflasi Kota Palu sendiri selama Juli 2016 terutama yang berasal dari andil kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,166), perumahan, air, listrik, gas serta bahan bakar (0,067 persen), sandang (0,055 persen), transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,051 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,031 persen), bahan makanan (0,013 persen), serta kesehatan (0,010 persen).

Baca Juga :   OJK Ajak Jurnalis Sulteng Berpartisipasi Lomba Menulis

Sementara itu, beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain, ikan mujair (0,19 persen), biaya pendidikan SD (0,11 persen), bawang merah (0,11 persen), tarif angkutan udara (0,05 persen), besi beton (0,04 persen), beras (0,04 persen), emas perhiasan (0,03 persen), bawang putih (0,03 persen), biaya pendidikan SMP (0,03 persen), dan tarif listrik (0,02 persen), sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil penyebab deflasi antara lain, ikan selar (0,08 persen), ikan cakalang (0,07 persen), ikan ekor kuning (0,07 persen), ikan laying (0,07 persen), cabai rawit (0,06 persen), telur ayam ras (0,02 persen), ikan kembung (0,02 persen), ikan bandeng (0,02 persen), jeruk (0,01 persen), dan ikan teri (0,01 persen). YAT

Baca Juga :   OJK Bagikan 500 Paket Sembako di Moutong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed