oleh

Juni 2016, Ekspor Sulteng Capai 145,17 Juta Dolar

-Ekonomi-154 views

SULTENG POST- Selama Juni 2016 nilai ekspor Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar US 145, 17 Juta, hal tersebut mengalami kenaikan US 36,38 Juta atau 33,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kontribusi terbesar terhadap ekspor Sulteng berasal dari besi dan baja dengan nilai US 85,10 Juta atau 58,62 persen dari total nilai ekspor, hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kabid Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Sulteng Muhammad Wahyu, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan melalui transaksi ekspor dan impor, sehingga kompilasi data statistik diperoleh dari data sekunder berupa dokumen Pemberitahuan

Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang berasal dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).

“Komoditas andalan ekspor Sulteng yang diperdagangkan terutama berasal dari sebagian besar potensi sumber daya alam dan hasil industri

domestik yang dimiliki wilayah Sulawesi Tengah,” Ungkap Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng Muhammad Wahyu, Senin (1/8/2016).

Lanjut Wahyu, adapun negara tujuan ekspor meliputi benua Asia, Amerika, dan Eropa, dimana transaksi ekspor dan impor dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama yakni Pantoloan, Kolonodale, Loli, dan Banggai.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

Sementara itu, nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Juni 2016 senilai US 145,17 juta atau naik US 36,38 juta (33,44 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 144,55 juta dan provinsi lain senilai US$ 0,62 juta.

“Selama Januari-Juni 2016, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 632,33 juta atau meningkat US$ 525,48 juta (491,79 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 106,85 juta,” Lanjutnya.

Ditambahkannya, bahwa ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 628,75 juta dan provinsi lain senilai US$ 3,58 juta.

Ekspor Menurut Komoditas

Selama Juni 2016, ekspor Sulawesi Tengah didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 85,10 juta atau 58,62 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 55,95 juta (38,54 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 3,00 juta.

Selama Januari-Juni 2016, kelompok besi dan baja juga mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 318,64 juta atau 50,39 persen dari total ekspor, disusul bahan bakar mineral senilai US$ 299,85 juta (47,42 persen), serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 7,66 juta (1,21persen). Sementara itu, nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 3,00 juta

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

Ekspor Menurut Negara Tujuan

Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama Juni 2016 yakni mencapai US 85,34 juta atau 58,79 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Jepang senilai US 41,75 juta (28,76 persen), dan Korea Selatan senilai US 14,57 juta (10,04 persen).

Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah US 3,00 juta, Selama Januari-Juni 2016, ekspor terbesar Sulawesi Tengah ditujukan ke Tiongkok senilai US 319,33 juta, diikuti ke Jepang senilai US 158,21 juta, Korea Selatan senilai US 135,12 juta, Singapura senilai US 8,31 juta, dan Malaysia senilai US 7,66 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 50,50 persen, Jepang 25,02 persen, Korea Selatan 21,37 persen, Singapura 1,31 persen, dan Malaysia 1,21 persen. Sementara itu, negara lainnya berperan senilai US 3,70 juta atau sebesar 0,59 persen.

Baca Juga :   Buka Rekening Bank Mandiri di LinkAja Dapat Rp50.000

Ekspor Menurut Pelabuhan Muat

Selama Juni 2016, keseluruhan transaksi ekspor Sulawesi Tengah senilai US 144,55 juta, difasilitasi melalui Pelabuhan Kolonodale senilai US 85,10 juta, Banggai senilai US$ 55,95 juta, Pantoloan senilai US 3,44 juta, dan Loli senilai US 0,06 juta.

Sedangkan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US 0,62 juta masing-masing melalui Tanjung Priok (DKI Jakarta) senilai US 0,42 juta, Tanjung Perak (Jawa Timur) senilai US 0,15 juta, dan Ujung Pandang (Sulawesi Selatan) senilai US 0,05 juta. Hal ini berarti pelabuhan muat ekspor di Sulawesi Tengah berperan sebesar 99,57 persen.

Selama Januari-Juni 2016, Pelabuhan Kolonodale juga mendominasi layanan ekspor senilai US 318,63 juta atau 50,39 persen dari total nilai ekspor, disusul Banggai senilai US 299,85 juta atau 47,42 persen, Pantoloan senilai US 9,85 juta atau 1,56 persen, dan Loli senilai US 0,42

juta atau 0,07 persen. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US 3,58 juta atau sebesar 0,56 persen. YAT

Komentar

News Feed