oleh

Gunakan Ijazah Palsu, Bupati Morut Diminta Coret PNS Nakal

-Kab. Morowali-dibaca 495 kali

SULTENG POST- Menyikapi semakin dekatnya waktu pelantikan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut), Laskar Pemda Wita Mori (LPWM) meminta Bupati Aptripel Tumimomor jeli dalam menyusun kabinetnya.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat diduga menggunakan ijazah Palsu demi meningkatkan kepangkatan dalam karirnya.

“Pejabat Pemerintahan Morut banyak yang nakal, mereka menggunakan Ijazah palsu. Kami minta Bupati tidak memasukkan para PNS ini dalam kabinetnya,” kata Arman, Sabtu (24/7/2016).

Dia mengatakan, selain tidak mengakomodir para PNS yang menggunakan Ijazah palsu, Bupati diharapkan lebih memprioritaskan anak daerah untuk menjadi pembantunya dalam Pemerintahan.

“Pengangkatan pejabat struktural oleh Bupati Morowali Utara agar memberi kesempatan yang proporsional kepada orang Mori dan anak daerah asli sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 12 tahun 2013 tentang pembentukan Kabupaten Morut,” ujarnya.

Baca Juga :   Dharma Wanita Dinkes Morut Diminta Jaga Kekompakan dan Kekeluargaan

Namun juga, perlu adanya pertimbangan dalam pengangkatan nantinya. Bupati harus melihat kualitas PNS itu sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

“Tanpa melupakan kualifikasi, integritas dan kompetensi calon yang bersangkutan, kami sadar sekarang ini banyak pejabat yang berusaha menunjukkan kinerja dan seperti menjadi manusia setegah dewa dan bahkan menjilat demi mendapatkan jabatan,” tukasnya.

Pengangkatan pejabat struktural harus sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS dan UU ASN dan PP 46 tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja.

“Pengangkatan pejabat struktural kabupaten Morowali Utara harus berdasarkan daftar urut kepangkatan dan melalui badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat),” sebutnya.

Ia menyatakan pengangkatan pejabat struktural Kabupaten Morut sebagai bagian pengembangan karier ASN harus disertai uji kompetensi, rekam jejak, integritas, loyalitas dan moralitas sesuai dengan pasal 68 UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

Baca Juga :   30 Ekor Sapi di Morowali Terjangkit PMK

“Kami sangat mengharapakan rekam jejak juga dilihat dari bidang pendidikan, kalau ada indikasi pejabat yang bersangkutan menggunakan ijazah palsu kiranya bapak bupati harus mencoret calon yang bersangkutan,” pintanya.

Arman menambahkan, LPWN menolak segala upaya provokatif bernuansa sara dalam proses penyusunan kabinet ini tanpa melupakan asas keadilan demi harkat, martabat, solidaritas dan semangat persatuan Wita Mori ditengah masyarakat yang majemuk dan multi kultur.

“Kiranya pejabat struktural yang dipilih adalah orang yang benar berkompeten dan ahli dibidanya serta mempunyai hati yang tulus untuk membangun daerah,” tutupnya.

Berdasarkan isu yang beredar, Bupati Morut Aptripel Tumimomor segera melakukan lelang jabatan untuk mendapatkan PNS yang bakal menjadi bagian dalam kabinetnya. Usai lelang dilakukan, diprediksi sekitar minggu ketiga Agustus para pejabat stuktural ini sudah dilantik.VAN

Baca Juga :   Ketua FKUB Sulteng Puji Indahnya Kerukunan Umat Beragama di Morut

Komentar

News Feed