oleh

Pasien di RSUD Anuntaloko Membludak

SULTENG POST – Jumlah pasien yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) belakangan ini membludak, hingga membuat seluruh ruangan overload.

Membludaknya pasien memaksa pihak rumah sakit menjadikan ruang observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sedianya diperuntukkan bagi pasien emergancy, digunakan untuk perawatan terhadap puluhan pasien.

Berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya, sejumlah pasien yang masuk menjalani perawatan di kursi roda dan lantai rumah sakit dengan beralaskan tikar diputuskan untuk dipulangkan. Sebab, seluruh ruangan telah terisi, akibat kehabisan tempat tidur, kondisi gerah pun tak bisa hindari pasien.

“Kemarin hingga malam hari saja, daftar tunggu di IGD membuat tim medis kewalahan. Terpaksa, ruang observasi harus digunakan dari pada pasien terlantar. Bahkan, beberapa pasien menjalani perawatan di kursi roda,” kata Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, dr Nurlela Harate, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (20/7/2016).

Baca Juga :   Dinas Kominfo Parmout Susun Dokumen Arsitektur Peta Rencana SPBE

Dia membenarkan, overload sudah terjadi selama sepekan. Hal itu disebabkan banyaknya pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI) kelas III. Bahkan, saat ini yang tersisa ruangan kelas I, II dan VIP, tentunya tidak dapat menampung pasien PBI dan Jamkesda.

“Kalau berdasarkan Perbup jika ada pasien kelas tiga ingin masuk di VIP tentunya tidak bisa, sebab para pasien telah dibayarkan,” tuturnya.

Dia mengaku, pada dasarnya RSUD Anuntaloko Parigi hanya mampu menampung setiap ruangan sebanyak 34 pasien. Sementara sesuai jumlah tempat tidur yang ada saat ini sebanyak 208 yang tersedia. Namun, dalam sepekan terakhir ini, jumlah pasien melonjak hingga mencapai ratusan.

“Sebenarnya ruangan observasi di peruntukkan bagi pasien selama enam jam, jika lebih dari itu tentunya sudah melanggar dan menjadi temuan. Namun, dengan keadaan saat ini, pasien tetap kami layani meski hanya menggunakan kursi roda,” tandasnya.

Baca Juga :   Dinas Kominfo Parmout Susun Dokumen Arsitektur Peta Rencana SPBE

Sehingga Nurlela mengharapkan kepada seluruh keluarga pasien, untuk tetap bersabar hingga menanti pergantian dengan pasien yang telah sembuh.OPI

Komentar

News Feed